Wintechmobiles.com – CEO Nvidia Jensen Huang memberikan pernyataan mengejutkan: ia tidak akan memilih jurusan Teknologi Informasi (IT) jika saat ini berusia 20-an dan baru lulus kuliah.
Saat diwawancarai jurnalis pada Kamis (17/7), pria yang kini memiliki kekayaan lebih dari Rp2.399 triliun itu mengatakan ia lebih memilih jurusan ilmu fisika dibanding perangkat lunak.
“Untuk Jensen yang masih muda… dia mungkin akan lebih memilih ilmu fisika daripada perangkat lunak,” ujar Huang.
Sebagai informasi, Huang merupakan lulusan teknik elektro Oregon State University dan menyelesaikan gelar masternya di Stanford. Ia mendirikan Nvidia pada 1993, dan kini perusahaan tersebut adalah raksasa chip dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$4 triliun.
Era Baru AI: Dari Perception ke Physical
Menurut Huang, dunia kini berada di era baru kecerdasan buatan yang disebut ‘Reasoning AI’. Evolusi AI ini melewati tiga gelombang besar:
- Perception AI: Dimulai sekitar 2012 saat model AlexNet memperkenalkan deep learning.
- Generative AI: AI memahami dan menghasilkan bahasa, gambar, kode, dan lainnya.
- Reasoning AI: AI dapat bernalar, mengenali kondisi baru, dan menyelesaikan masalah kompleks.
Saat ini, menurut Huang, kita tengah memasuki fase berikutnya: Physical AI.
“Gelombang berikutnya mengharuskan kita memahami hukum fisika, gesekan, kelembaman, dan sebab akibat,” jelasnya.
Physical AI akan memungkinkan robot memahami konsep dunia nyata, seperti objek yang tetap ada walau tidak terlihat, atau bagaimana memperkirakan arah bola menggelinding.
Dari Fisika ke Robotika
Aplikasi nyata dari Physical AI adalah robotika. Huang meyakini, 10 tahun ke depan, pabrik-pabrik akan diisi oleh robot digital yang menggantikan sebagian tenaga kerja manusia.
Dengan kebutuhan tenaga kerja global yang terus meningkat, robot yang mampu bernalar secara fisik akan sangat vital. Oleh karena itu, Huang menyarankan generasi muda untuk lebih banyak menekuni ilmu fisika, bukan hanya software, demi menjawab tantangan era AI mendatang.
“Mudah-mudahan, pabrik generasi baru nantinya akan sangat robotik dan membantu kita mengatasi kekurangan tenaga kerja yang parah,” tutupnya.