Beritagosip.com – Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi dari 5,12 persen, jika deregulasi berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini diungkapkan Luhut dalam menanggapi keraguan sejumlah ekonom atas data pertumbuhan ekonomi yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Saya kira sudah bagus. Malah bisa lebih tinggi lagi kalau deregulasinya jalan,” tegas Luhut di Istana, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Sebelumnya, BPS merilis laporan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Ekonomi nasional pada kuartal II-2025 tercatat tumbuh 4,99 persen secara tahunan (year on year), lebih rendah dibanding Semester I 2024 yang mencapai 5,08 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa meskipun kuartal II-2025 tumbuh 5,12 persen, angka kuartal I-2025 yang hanya 4,87 persen membuat angka kumulatif Semester I stagnan di bawah 5 persen.
“Ini selama Kuartal I dan Kuartal II digabungkan nilai tambahnya, lalu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau c to c, maka diperoleh pertumbuhan ekonomi di Semester I 2025,” kata Edy dalam konferensi pers.
Namun, data BPS ini dipertanyakan oleh Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira. Menurutnya, data tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Salah satu kejanggalan disebut terdapat pada data pertumbuhan industri pengolahan.
“Ada beberapa data yang janggal, salah satunya soal pertumbuhan industri pengolahan. Selisihnya terlalu berbeda antara BPS dan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur,” ujar Bhima, dikutip dari Kontan.
Sebagai catatan, sepanjang kuartal II-2025, PMI Manufaktur Indonesia berada di bawah ambang ekspansi. April tercatat di 46,7, naik menjadi 47,4 di Mei, namun kembali turun ke 46,9 pada Juni, menurut S&P Global.