Beritagosip.com – Kisruh internal pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) memanas setelah penutupan sementara oleh manajemen baru Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) menuai penolakan. Sekelompok massa mendobrak gerbang lobi utama, memaksa masuk ke kawasan wisata edukasi satwa tersebut.
Menanggapi kekacauan ini, Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) memberi peringatan keras. Jika kedua kubu pengelola tidak mencapai kesepakatan damai, Pemkot Bandung akan mengajukan pencabutan izin konservasi ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Langkah ini disampaikan oleh Kasubdi Pengamanan Barang Milik Daerah BKAD Kota Bandung, Herman Hari Rustaman.
“Kalau tidak bisa berdamai, Pemkot Bandung akan bersurat kepada Kemenhut. Ini adalah opsi yang disepakati saat rapat di Kemenhut pada 10 April lalu,” tegas Herman.
Herman menambahkan, Pemkot tidak memiliki kewenangan untuk ikut campur dalam konflik internal yayasan. Namun jika kebun binatang ingin kembali beroperasi, kedua pihak harus menyelesaikan konflik mereka.
Sementara itu, tanggung jawab atas keberadaan satwa di Bandung Zoo masih dipegang oleh pengurus yayasan. Pemkot hanya fokus pada persoalan aset berupa lahan, yang memang tercatat sebagai milik pemerintah daerah.
“Pemkot tidak ingin terjadi potensi kerugian daerah akibat tidak adanya pemasukan sewa tanah. Kami harap semua pihak punya itikad baik, terutama dari yayasan,” ujar Herman.
Penutupan operasional Bandung Zoo dilakukan manajemen baru YMT yang dipimpin John Sumampau pada Rabu (6/8). Tujuannya adalah untuk pengamanan aset daerah. Namun, langkah tersebut ditentang oleh manajemen lama YMT, yang berujung pada aksi massa yang memaksa masuk dan menyebabkan kerusakan.