Beritagosip.com – Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali memuncak setelah Israel mengklaim berhasil membunuh seorang tokoh penting dari pasukan elite Hizbullah, Radwan Force, dalam serangan drone terbaru di Lebanon selatan pada Sabtu (28/6/2025). Militer Israel (IDF) menyebut korban bernama Abbas Al Hassan Wahbi, kepala intelijen salah satu batalion Radwan Force.
Dikutip dari Times of Israel, IDF menyatakan bahwa Wahbi terlibat dalam upaya pemulihan kekuatan militer Hizbullah, termasuk pemindahan senjata secara rahasia. Aksinya dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku antara Israel dan Lebanon.
Serangan yang terjadi di Mahrouna ini menambah daftar panjang pelanggaran gencatan senjata sejak Israel dan Hizbullah menyepakati penghentian konflik pada November 2024. Situasi makin panas karena pada Jumat (27/6), Israel juga meluncurkan serangan udara ke Lebanon selatan yang menewaskan satu orang dan melukai 13 lainnya.
Menurut kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), serangan pada Jumat menghantam sebuah gedung apartemen di wilayah Nabatieh. IDF kemudian mengonfirmasi bahwa target mereka adalah situs bawah tanah milik Hizbullah yang diduga digunakan untuk sistem pertahanan kelompok tersebut.
Militer Israel menuding bahwa Hizbullah tengah berusaha mengaktifkan kembali fasilitas yang sebelumnya telah dilumpuhkan oleh Israel. Bila terbukti benar, ini akan menjadi pelanggaran nyata atas kesepakatan gencatan senjata.
Sementara itu, laporan dari Al Jazeera menyebut bahwa kedua pihak telah beberapa kali melakukan pelanggaran sejak kesepakatan gencatan senjata diteken, termasuk insiden roket pada Maret 2025 yang memicu Israel menyerang ibu kota Lebanon, Beirut.
Serangan terbaru ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Israel menyelesaikan konflik bersenjata selama 12 hari dengan Iran yang berakhir pada pertengahan Juni lalu.