Beritagosip.com – Untuk pertama kalinya, sejumlah negara Arab seperti Qatar, Mesir, dan Arab Saudi secara terbuka mengecam serangan yang dilakukan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Kecaman ini tercantum dalam Deklarasi New York yang lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Solusi Dua Negara, yang digelar di Markas Besar PBB di New York pada 28 hingga 30 Juli.
Deklarasi New York diteken oleh 18 negara termasuk Indonesia, Prancis, Inggris, serta seluruh negara anggota Uni Eropa dan Liga Arab. Dalam poin keempat disebutkan secara eksplisit bahwa mereka mengutuk serangan Hamas terhadap warga sipil dalam peristiwa 7 Oktober tersebut. Insiden itu menjadi titik awal agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 60 ribu warga Palestina.
Tak hanya mengecam Hamas, deklarasi ini juga mengecam serangan Israel terhadap warga sipil di Gaza dan infrastruktur sipil yang menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran. Dinyatakan bahwa pengepungan dan kelaparan yang terjadi merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter.
Negara-negara penandatangan Deklarasi New York menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas pelanggaran hukum internasional. Mereka menuntut akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat dalam kekerasan. Deklarasi itu juga menolak keras pemindahan paksa warga Palestina yang sebelumnya digagas oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Ditegaskan bahwa perang, teror, pendudukan, dan pengusiran warga sipil tidak dapat menciptakan perdamaian, melainkan hanya dapat diatasi melalui solusi politik yang sah.
Deklarasi New York memperkuat posisi komunitas internasional yang memandang solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan Israel-Palestina. Solusi ini mengupayakan berdirinya dua negara yang merdeka dan berdaulat, yang hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Menurut isi deklarasi, implementasi solusi dua negara merupakan cara paling efektif untuk mengakhiri kekerasan, menjamin keamanan kedua belah pihak, serta menciptakan kemakmuran dan stabilitas kawasan.
Salah satu poin penting dalam deklarasi tersebut adalah seruan kepada Hamas agar melucuti senjata dan menghentikan pengaruh serta kekuasaan mereka di Gaza. Tata kelola dan keamanan wilayah Palestina, menurut mereka, harus berada di bawah kendali tunggal Otoritas Palestina. Ini sejalan dengan kebijakan “Satu Negara, Satu Pemerintahan, Satu Senjata” yang dicanangkan Otoritas Palestina dan mendapat dukungan penuh dari para penandatangan.
Lebih lanjut, mereka menyampaikan bahwa Hamas harus menyerahkan seluruh persenjataan dan membebaskan semua sandera sebagai bagian dari proses negosiasi damai yang tengah dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Selain pembebasan sandera, proses negosiasi juga membahas pertukaran tahanan Palestina di Israel dan penarikan penuh pasukan militer Israel dari Gaza. Para negara yang terlibat menyatakan komitmennya untuk bertindak demi tercapainya tujuan-tujuan tersebut demi stabilitas regional dan keselamatan warga sipil.
Sampai artikel ini diterbitkan, pihak Beritagosip.com belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait posisi Indonesia dalam Deklarasi New York. Namun, keikutsertaan Indonesia dalam penandatanganan dokumen ini menegaskan peran aktifnya dalam diplomasi internasional demi Palestina merdeka.