Beritagosip.com – Profesi pencuci piring mungkin terdengar sederhana dan sering kali dianggap sebelah mata di Indonesia.
Di rumah makan, hotel, hingga warung kecil, pekerjaan ini sering dijalani oleh pekerja informal dengan upah harian yang sangat minim, bahkan di bawah upah minimum yang ditentukan.
Namun, hal ini tidak berlaku di salah satu negara maju di Eropa, yaitu Swiss. Pencuci piring di negara tersebut mendapat gaji besar dan terhitung sebagai salah satu gaji pencuci piring tertinggi di dunia.
Tak hanya memberikan gaji besar, diketahui Swiss juga memberikan kompensasi yang layak bagi pekerja pencuci piring, termasuk bonus dan kenaikan gaji rutin.
Lantas, berapa gaji pencuci piring di Swiss?
Rata-rata gaji pencuci piring di Swiss
Profesi pencuci piring di Swiss memiliki rata-rata gaji sebesar 33.000 franc Swiss (CHF) per tahun atau sekitar 2.750 CHF per bulan.
Jika dikonversikan per kurs hari Sabtu (2/8/2025), gaji setahun yang diterima kurang lebih setara dengan Rp672,2 juta atau Rp56,3 juta per bulan.
Dikutip dari World Salaries, rentang gaji yang diberikan bagi pekerja pencuci piring tersebut pun cukup luas. Mulai dari yang terendah yaitu 17.100 CHF per tahun (sekitar Rp350 juta per tahun) hingga yang tertinggi mencapai 52.300 CHF (sekitar Rp1 miliar per tahun).
Angka-angka ini sudah termasuk tunjangan seperti tempat tinggal dan transportasi. Meskipun begitu, gaji aktual tetap bergantung pada pengalaman kerja, lokasi, dan keahlian.
Sementara itu, median gaji bagi seorang pencuci piring di Swiss adalah 37.100 CHF per tahun (sekitar Rp760 juta).
Peningkatan gaji pencuci piring di Swiss juga sangat tergantung pada pengalaman kerja. Misalnya, mereka yang memiliki pengalaman di bawah dua tahun rata-rata mendapat 19.400 CHF per tahun (sekitar Rp397 juta), sementara yang telah bekerja lebih dari 20 tahun bisa memperoleh 49.100 CHF (lebih dari Rp1 miliar).
Di samping itu, pencuci piring dengan sertifikat atau diploma memiliki potensi gaji hampir dua kali lipat dibanding mereka yang hanya lulusan SMA.
Faktor lokasi, bonus, hingga gender
Menariknya, dalam profesi ini, perempuan dilaporkan memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Pencuci piring laki-laki rata-rata menerima gaji 33.000 CHF per tahun (sekitar Rp676 juta) sedangkan perempuan memperoleh sekitar 35.100 CHF (sekitar Rp719 juta).
Di sisi lain, pencuci piring di sektor publik juga diketahui mendapat gaji 5 persen lebih tinggi dibandingkan sektor swasta.
Kota tempat bekerja juga memengaruhi jumlah gaji. Untuk setiap tahunnya, di kota seperti Geneve, rata-rata gaji mencapai 36.800 CHF atau sekitar Rp754 juta, Zurich mencapai 35.600 CHF atau sekitar Rp730 juta, dan Bern 35.100 CHF atau sekitar Rp719 juta.
Tak hanya itu, sekitar 35 persen pencuci piring di Swiss melaporkan menerima bonus tahunan antara 0 hingga 4 persen dari total pendapatan mereka, meskipun 65 persen lainnya tidak menerima bonus sama sekali.
Bonus pencuci piring Swiss dan peningkatan gaji pencuci piring pun tergolong stabil, dengan rata-rata kenaikan sebesar 10 persen setiap 15 bulan, atau setara dengan 8 persen per tahun.
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional lintas industri, yang berada di angka 9 persen setiap 15 bulan.
Gaji pencuci piring di Jerman capai Rp40 juta
Sebagai perbandingan, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menceritakan pengalamannya bekerja sebagai pencuci piring di Jerman.
Dikutip Rabu (17/7/2024) pada tahun 2024, pendiri Schoters, Radyum Ikono menyebut gaji tukang cuci piring di Jerman bisa mencapai Rp40 juta per bulan.
“Jerman nyuci piring itu kayanya 15 euro per jam, berarti 600 euro per minggu, dan 2400 euro per bulan,” ujar Radyum.