Beritagosip.com — Tiga satuan elit milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu Kopassus TNI AD, Korps Marinir TNI AL, dan Kopasgat TNI AU akan mengalami peningkatan level kepemimpinan. Ketiganya akan segera dipimpin oleh jenderal bintang tiga, menggantikan struktur sebelumnya yang hanya dijabat oleh perwira tinggi berpangkat bintang dua.
Saat ini, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Komandan Korps Marinir (Dankormar), dan Komandan Kopasgat (Dankopasgat) masih dijabat oleh perwira berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) atau Marsekal Muda (Marsda) untuk TNI AU.
Perubahan ini akan diresmikan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang dijadwalkan berlangsung di Batujajar, Jawa Barat, pada Minggu, 10 Agustus. Dalam acara tersebut, tiga posisi strategis baru akan dilantik: Pangkopassus, Pangkormar, dan Pangkorpasgat.
Kopassus
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan satuan elit kebanggaan TNI Angkatan Darat yang dikenal dengan julukan Korps Baret Merah. Pasukan ini menguasai teknik tempur khusus dan mampu beroperasi di segala medan: darat, laut, dan udara.
Kopassus dibentuk pada 16 April 1952 sebagai respons terhadap pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Sejak itu, satuan ini beberapa kali berganti nama, mulai dari Kesatuan Komando Teritorium III, RPKAD, hingga akhirnya menjadi Kopassus pada 1985.
Kopassus dikenal dunia berkat kemampuannya dalam operasi anti-teror, pembebasan sandera, dan infiltrasi. Saat ini, pasukan ini terbagi menjadi tiga fungsi utama:
- Operasi Komando (Grup 1): Penyerbuan ke sasaran strategis musuh.
- Operasi Sandi Yudha (Grup 2 & 3): Intelijen strategis dan pengumpulan data di wilayah musuh.
- Operasi Anti-Teror (Sat-81/Gultor): Tugas khusus menangani aksi teror di wilayah strategis.
Korps Marinir
Korps Marinir adalah kekuatan tempur amfibi TNI AL yang identik dengan Baret Ungu. Berdiri sejak 15 November 1945 di Tegal, pasukan ini awalnya bernama Corps Mariniers sebelum berubah menjadi Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL), dan kemudian menjadi Korps Marinir sejak 1975.
Marinir TNI terkenal dengan julukan Sang Hantu Laut dan sering menjadi ujung tombak dalam misi pengamanan nasional, termasuk saat kerusuhan besar di 1998.
Emblem Korps Marinir juga mengalami perubahan signifikan dari waktu ke waktu. Kini mereka memakai simbol Keris Samudera berlatar jangkar dan semboyan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe.”
Pasukan ini memiliki kemampuan tempur di laut, pantai, dan darat — menjadikan mereka unit paling fleksibel dalam berbagai misi operasi TNI.
Kopasgat
Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), sebelumnya dikenal sebagai Kopaskhas dan Puspaskhas, adalah satuan elit milik TNI Angkatan Udara. Dikenal dengan Baret Jingga, pasukan ini dibentuk pada 17 Oktober 1947 melalui operasi penerjunan ke Kalimantan.
Ciri khas Kopasgat adalah kemampuannya dalam Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U), yang tidak dimiliki pasukan lain di TNI. Tugas mereka meliputi perebutan pangkalan udara, operasi udara khusus, dan pertahanan objek strategis TNI AU.
Nama Kopasgat diresmikan kembali oleh Panglima TNI pada 2022 melalui SK Panglima TNI No. Kep/66/I/2022. Dengan kekuatan khusus yang dimiliki, Kopasgat memiliki peran strategis dalam operasi militer maupun non-militer.