Beritagosip.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ancaman keras bahwa pasukan Barat yang dikirim ke Ukraina akan dianggap target sah bagi militer Rusia.
Pernyataan ini dilontarkan Putin setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut ribuan personel bisa dikerahkan sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian.
Puluhan negara yang dipimpin Prancis dan Inggris, pada Kamis (4/9), berkomitmen bergabung dalam pasukan perdamaian darat, laut, maupun udara. Pasukan ini direncanakan memantau perjanjian perdamaian pascainvasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, dan menghancurkan sebagian besar wilayah timur serta selatan Ukraina. Konflik ini menjadi yang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.
Kyiv menegaskan, jaminan keamanan yang diperkuat pasukan Barat sangat penting untuk memastikan Rusia tidak menginvasi kembali di masa depan.
Putin menegaskan, “Jika sejumlah pasukan berada di sana, terutama saat pertempuran masih berlangsung, kami berasumsi bahwa mereka akan menjadi target yang sah.”
Ia menambahkan bahwa pengerahan pasukan Barat tidak kondusif bagi perdamaian jangka panjang. Putin menyebut hubungan militer Ukraina dengan Barat sebagai akar konflik.
Sekutu Ukraina belum memaparkan detail tentang jumlah pasukan atau kontribusi tiap negara. Zelensky hanya menegaskan pengerahan pasukan akan mencapai ribuan personel.
Di Kyiv, juru bicara Kementerian Luar Negeri Georgiy Tykhy mengecam pernyataan Putin. Menurutnya, keputusan soal siapa yang boleh masuk ke Ukraina bukanlah hak Rusia.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut 26 negara telah berkomitmen mengerahkan pasukan perdamaian. Pasukan ini tidak akan berada di garis depan, melainkan fokus mencegah agresi baru.
Meski ada rencana pengerahan pasukan, tanda perdamaian masih minim. Upaya diplomasi sebelumnya hanya menghasilkan pertukaran tahanan tanpa kesepakatan besar.
Moskow terus menuntut lebih banyak wilayah dan menginginkan pengakuan internasional atas wilayah yang sudah direbut. Kyiv menolak tuntutan tersebut sebagai ultimatum lama.
Putin menambahkan, jika ada kesepakatan damai, pasukan asing tidak diperlukan. Namun, pemimpin Ukraina dan Eropa menilai Putin hanya mengulur waktu sembari merebut lebih banyak wilayah.
Awal pekan ini, Kremlin menyatakan pasukan Rusia terus bergerak maju di seluruh garis depan dan akan melanjutkan pertempuran bila kesepakatan damai tidak tercapai.