Beritagosip.com Bos OJK kaget setelah mengetahui Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, mengundurkan diri secara tiba-tiba. Informasi tersebut baru diketahui Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, pada Jumat pagi, 30 Januari 2026.
Mahendra mengaku mengetahui kabar Dirut BEI mundur justru dari tayangan Youtube. Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan bahwa informasi pengunduran diri tersebut tidak diterima langsung darinya. Penyampaian resmi disebut telah dilakukan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.
Mahendra menilai keputusan Iman Rachman untuk mundur merupakan bentuk tanggung jawab moril pribadi. Sikap tersebut diambil terkait kondisi IHSG yang mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut.
Menurut Mahendra, alasan yang disampaikan oleh Iman berkaitan langsung dengan rasa tanggung jawab pribadi. Pengunduran diri itu dinilai sebagai sikap moral atas situasi yang terjadi di pasar.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari pihak mana pun terkait keputusan Dirut BEI mundur. Pernyataan tersebut disampaikan secara singkat dan tegas.
Iman Rachman resmi menyatakan pengunduran dirinya pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung BEI.
Dalam pernyataannya, Iman menyebut dirinya mundur sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar dua hari sebelumnya.
Iman menyampaikan harapan agar langkah tersebut menjadi keputusan terbaik bagi pasar modal Indonesia. Ia berharap kondisi pasar dapat membaik setelah pengunduran dirinya.
Pasar modal Indonesia sebelumnya mengalami tekanan besar. Kondisi tersebut dipicu oleh pengumuman MSCI terkait pembekuan sementara perlakuan indeks saham Indonesia.
Kebijakan MSCI mencakup pembekuan kenaikan bobot seluruh saham Indonesia. Selain itu, penambahan saham baru ke dalam indeks juga dihentikan.
Tidak ada kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks MSCI. Dampak kebijakan ini langsung terasa pada pergerakan IHSG.
IHSG anjlok selama dua hari berturut-turut hingga memicu penghentian perdagangan sementara. Kondisi tersebut dikenal sebagai trading halt.
Pada Rabu sore, 28 Januari 2026, IHSG ditutup di level 8.320. Indeks terperosok 659,67 poin atau turun 7,35 persen dari perdagangan sebelumnya.
Pada Kamis sore, 29 Januari 2026, indeks kembali ditutup melemah di level 8.232. Penurunan tercatat sebesar 88,35 poin atau 1,06 persen.
Pada perdagangan siang hari, indeks sempat tertekan hingga level 7.481. Tekanan tersebut memperlihatkan tingginya volatilitas pasar.
Pada Jumat pagi, IHSG dibuka menguat di level 8.308. Dalam lima menit awal perdagangan, indeks naik 1,62 persen.
Kenaikan tersebut setara dengan 133 poin dan membawa IHSG ke level 8.365. Pergerakan ini terjadi setelah dua hari tekanan berat di pasar.