Beritagosip.com Sirene Pintu Air 10 Tangerang kembali terdengar pada Jumat, 30 Januari 2026, dini hari sekitar pukul 01.40 WIB. Pintu air tersebut berada di kawasan Bendungan Pasar Baru, Neglasari, Kota Tangerang.
Peristiwa Sirene Pintu Air 10 Tangerang menjadi perhatian luas setelah sebuah video beredar di media sosial. Rekaman yang memperlihatkan bunyi sirene itu diunggah oleh akun Instagram @infotangerang.id dan langsung menarik respons warganet.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa sirene Pintu Air 10 Tangerang berbunyi akibat adanya peningkatan debit air di Kali Cisadane. Kenaikan debit ini memicu perubahan status pengamanan di bendung.
Petugas Operasional Bendung Pasar Baru, Abdul Mayid, mengonfirmasi bahwa bunyi sirene memang disebabkan oleh naiknya tinggi muka air. Kondisi tersebut berubah dari status normal menjadi Status Siaga 3.
Menurut Abdul, sirene mulai berbunyi sekitar pukul 02.00 WIB sebagai bentuk peringatan dini. Status Siaga 3 memiliki fungsi utama sebagai warning kepada masyarakat sekitar bendung.
Status Siaga 3 di Kali Cisadane ditetapkan ketika elevasi air di bendung berada pada kisaran 9 hingga 10 meter. Pada level ini, kondisi masih dianggap aman dan belum memerlukan tindakan evakuasi.
Abdul menjelaskan bahwa Status Siaga 3 masih dapat ditoleransikan selama tidak terjadi hujan dengan intensitas ekstrem. Situasi tersebut dinilai belum membahayakan warga di sekitar aliran sungai.
Ia menegaskan bahwa bunyi sirene merupakan bagian dari standar operasional prosedur Bendung Pasar Baru. Prosedur ini diterapkan untuk memberikan informasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Dalam SOP Bendung Pasar Baru, Status Siaga 3 berada pada elevasi belakang 9 hingga 10 meter. Status tersebut termasuk kategori siaga banjir, namun sifatnya masih sebatas peringatan.
Peningkatan status ke Siaga 2 dan Siaga 1 baru dilakukan apabila elevasi air terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut menunjukkan risiko yang lebih tinggi dibandingkan Status Siaga 3.
Kenaikan debit air Kali Cisadane pada Jumat dini hari dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu. Wilayah tersebut berada di Bogor, khususnya kawasan Gunung Salak.
Abdul menjelaskan bahwa kenaikan air tetap dapat terjadi meskipun hujan tidak turun di wilayah Tangerang. Aliran dari hulu sungai memiliki pengaruh besar terhadap kondisi debit di bendung.
Selain memberikan penjelasan, Abdul juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi sungai.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai, terutama dengan tidak membuang sampah. Material seperti kayu atau benda besar dapat menghambat aliran air.
Menurutnya, sampah yang tersangkut di sungai berpotensi memperburuk situasi saat debit air meningkat. Kondisi tersebut dapat mempercepat terjadinya luapan air di sekitar bendung.