Beritagosip.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di wilayah Jabodetabek pada periode 1–5 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui pembaruan peringatan dini cuaca.
BMKG menyebut hujan masih akan mendominasi cuaca Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan. Namun, intensitas hujan diperkirakan tidak seberat laporan sebelumnya.
Hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan hanya terjadi pada 1 Februari 2026. Setelah itu, cuaca Jabodetabek Februari 2026 didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam prospek cuaca mingguan, BMKG menjelaskan kondisi atmosfer Indonesia dipengaruhi faktor global, regional, dan lokal. Dinamika tersebut masih aktif hingga awal Februari.
Pada skala global, fenomena ENSO terpantau menguat pada fase negatif yang mengarah pada La Nina lemah. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, aktivitas monsun Asia diprediksi masih persisten hingga dasarian pertama Februari. Cross Equatorial Northerly Surge juga masih terpantau aktif.
BMKG turut mencatat potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Samudera Hindia selatan Banten dan wilayah sekitar Australia. Kondisi tersebut memicu konvergensi angin di Indonesia bagian selatan.
Bibit Siklon Tropis 98P juga terdeteksi sejak 29 Januari 2026 di sekitar Australia. Dampak tidak langsungnya berupa hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah timur Indonesia.
Khusus wilayah Jabodetabek, peringatan dini BMKG menetapkan status waspada hujan lebat pada hampir seluruh wilayah selama periode 1–5 Februari 2026. Pada 1 Februari, sebagian wilayah Jakarta berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir, dan gangguan aktivitas akibat hujan sangat lebat Jakarta pada awal Februari.