Beritagosip.com Marc Marquez dianggap telah merusak kepercayaan diri Francesco Bagnaia pada persaingan MotoGP musim 2025. Penilaian itu disampaikan mantan pembalap Spanyol, Julian Simon, yang menyoroti dominasi Marquez atas rekan setimnya tersebut.
Simon menyebut Marquez telah melewati fase krusial dalam kariernya sejak musim lalu. Cedera berat yang sempat menjatuhkannya tidak menghalangi Marquez untuk bangkit setelah berganti tim. Kebangkitan itu berujung pada kembalinya Marquez ke jalur kemenangan.
Menurut Simon, keberhasilan tersebut menjadi pukulan telak bagi Bagnaia. Pebalap yang akrab disapa Pecco itu sebelumnya diprediksi menjadi penantang utama gelar. Namun, Marquez justru mampu tampil lebih unggul dan menekan rival terdekatnya itu.
“Dia sangat cerdas. Lihat bagaimana dia kembali. Dia bisa mengungguli Pecco dan itu menghancurkannya,” ujar Simon seperti dikutip dari Motosan.
Situasi tersebut dinilai membawa dampak psikologis bagi Bagnaia. Simon menilai fokus Bagnaia terganggu karena terlalu terpaku pada Marquez. Target finis di posisi kedua, tepat di belakang Marquez, disebut menjadi bukti tekanan tersebut.
Dari sudut pandang Marquez, Simon melihat sang juara dunia sebagai pembalap dengan mental agresif. Keinginan kuat untuk menang membuat Marquez berani mengambil risiko di segala kondisi lintasan.
“Lintasan dan cuaca tidak penting baginya. Dia selalu ingin menang. Kecelakaan memang terjadi, tetapi itu karena mental juaranya,” kata Simon.
Pada musim ini, Marquez dan Bagnaia kembali berada dalam satu tim. Hasil MotoGP 2026 diprediksi memengaruhi komposisi pembalap Ducati di masa depan.
Simon menegaskan bahwa Marc Marquez hancurkan Bagnaia bukan hanya secara teknis, tetapi juga mental. Jika dibandingkan dengan legenda MotoGP lain, Marquez dinilai memiliki karakter yang paling berbahaya.
“Marc tidak punya batas. Dia adalah pembalap paling lapar yang pernah saya lihat,” pungkas Simon.