Beritagosip.com Insanul Fahmi membuka kemungkinan melaporkan istri sahnya, Wardatina Mawa, ke Komnas Anak. Langkah tersebut dipertimbangkan karena ia merasa dibatasi untuk bertemu dengan anak mereka.
Keinginan itu muncul setelah Insanul mencermati keputusan istri sirinya, Inara Rusli. Inara sebelumnya melaporkan mantan suaminya, Virgoun, atas persoalan serupa terkait akses bertemu anak.
Insanul menyebut dirinya tengah berdiskusi dengan kuasa hukum terkait langkah lanjutan. Ia menilai ketegasan perlu diambil bila tidak ada respons terkait pertemuan dengan anak. Pernyataan tersebut disampaikannya sebagaimana diberitakan oleh detikHot pada Minggu (22/2).
Meski demikian, Insanul mengaku masih menahan diri untuk benar-benar mendatangi Komnas Anak. Ia mempertimbangkan suasana Ramadhan 2026 sebagai alasan utama untuk tidak memperpanjang konflik. Hingga kini, komunikasi dengan anaknya masih berlangsung melalui panggilan video.
Ia menilai pelaporan ke Komnas Anak berpotensi membuat persoalan semakin panjang. Insanul menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah secara damai. Pendekatan persuasif disebut masih menjadi harapan utama sebelum menempuh jalur resmi.
Pada Januari 2026, Insanul Fahmi sempat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Wardatina Mawa. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Kamis (22/1).
Dalam video itu, Insanul juga meminta maaf kepada keluarga besar. Ia mengakui kelalaiannya sebagai kepala keluarga setelah menikah siri dengan Inara Rusli tanpa izin. Tindakan tersebut diakuinya telah melukai banyak pihak.
Insanul menyampaikan penyesalan karena lebih mendahulukan kepentingan pribadi. Ia menilai dirinya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas keretakan rumah tangga yang terjadi. Menurutnya, kesalahan tersebut tidak dapat dibenarkan.
Dalam pernyataan lanjutan, Insanul mengakui bahwa permintaan maaf saja tidak cukup untuk menghapus luka. Ia menyadari keputusan yang diambil telah menimbulkan rasa sakit mendalam. Dampak emosional tersebut disebutnya tidak mudah dipulihkan.
Ia menegaskan penyesalannya atas kegagalan menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga. Insanul juga mengakui bahwa egonya telah melukai banyak pihak. Ia memahami bahwa kata maaf mungkin tidak sebanding dengan penderitaan yang timbul.
Meski demikian, Insanul berharap permohonan maaf tersebut dapat menjadi langkah awal. Ia menyatakan keinginannya untuk mengakui kesalahan tanpa pembelaan. Sikap itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.