Beritagosip.com Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan apresiasi terhadap kinerja lembaga negara yang terlibat dalam operasi militer yang menewaskan pimpinan Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes. Operasi tersebut berlangsung pada Minggu (22/2) malam waktu setempat atau Senin (23/2) dini hari WIB dan menjadi sorotan besar terkait isu keamanan nasional.
Presiden Meksiko menegaskan bahwa berbagai pemerintah negara bagian telah bekerja dalam koordinasi penuh untuk mengendalikan situasi yang muncul setelah operasi itu dilakukan. Ia menyatakan bahwa langkah bersama tersebut bertujuan mengatasi kekacauan serta menjaga stabilitas di wilayah terdampak.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di sebagian besar negara bagian. Pemerintah disebut terus bekerja setiap hari demi terciptanya perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi Meksiko secara menyeluruh.
Bos kartel CJNG tewas dalam operasi militer Meksiko tersebut setelah lama diburu aparat keamanan. Nemesio Oseguera dikenal sebagai salah satu penyelundup narkoba paling dicari di dunia dan dianggap memiliki pengaruh besar dalam jaringan kriminal internasional.
Kematian Nemesio Oseguera disebut menjadi pukulan berat bagi organisasi kriminal yang ia pimpin. Peristiwa ini juga dinilai sebagai kemenangan penting bagi pemerintah Meksiko dalam menunjukkan hasil nyata perang melawan kartel narkoba. Dampak politiknya bahkan disebut relevan dalam konteks hubungan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebelum tewas, Nemesio Oseguera merupakan mantan petugas kepolisian yang selama bertahun-tahun memimpin Kartel Generasi Baru Jalisco. Di bawah kepemimpinannya, kelompok tersebut berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan paling kejam di Meksiko. Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat sebelumnya menilai CJNG sebagai ancaman besar dalam perdagangan narkoba global.
Operasi militer Meksiko dilaksanakan di kota Tapalpa, wilayah negara bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Setelah operasi berlangsung, situasi keamanan di sejumlah wilayah dilaporkan langsung mengalami gangguan serius.
Kelompok yang diduga terkait kejahatan terorganisir melakukan pembakaran terhadap bus dan berbagai tempat usaha. Jalan-jalan utama diblokir menggunakan kendaraan yang dibakar, sehingga menghambat mobilitas warga. Bentrokan bersenjata juga terjadi antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal.
Di wilayah Zapopan, aparat kepolisian terlihat mengamankan lokasi kendaraan yang dibakar untuk menutup akses jalan. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera dan potensi gangguan lanjutan.
Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko menyampaikan bahwa pihak Amerika Serikat memberikan informasi pelengkap guna mendukung keberhasilan operasi tersebut. Dukungan intelijen itu disebut berperan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat turut mengonfirmasi bahwa gugus tugas antarlembaga AS ikut berperan dalam operasi itu. Sejak dibentuk pada Januari, satuan tugas gabungan tersebut diketahui rutin bekerja sama dengan militer Meksiko.
Kerja sama dilakukan melalui Komando Utara AS untuk memerangi operasi kartel di sepanjang perbatasan kedua negara. Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan operasi militer Meksiko sepenuhnya. Keberhasilan yang diraih disebut sebagai milik pihak Meksiko.
Selama penggerebekan berlangsung, anggota CJNG terlibat baku tembak dengan pasukan pemerintah. Kementerian Pertahanan Meksiko menyebutkan bahwa empat anggota geng tewas di lokasi kejadian akibat bentrokan tersebut.
Nemesio Oseguera dan dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dalam operasi itu. Mereka kemudian meninggal dunia saat diterbangkan menuju Mexico City untuk penanganan lebih lanjut.
Selain itu, tiga personel militer Meksiko juga mengalami luka dalam operasi tersebut. Mereka telah dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota untuk mendapatkan perawatan medis intensif.