Beritagosip.com Pakistan bombardir Kabul dan sejumlah wilayah Afghanistan beberapa jam setelah pasukan rezim Taliban melancarkan serangan terhadap tentara perbatasan Pakistan pada Jumat (27/8). Serangan udara tersebut menyasar ibu kota Afghanistan serta Kandahar dan sejumlah provinsi lain.
Pemerintah Pakistan menyatakan target yang dihantam merupakan posisi pertahanan Taliban di Kabul, Paktia, dan Kandahar. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Informasi Pakistan melalui platform X, yang menegaskan bahwa operasi militer dilakukan sebagai respons atas serangan lintas perbatasan.
Di Kabul, tim AFP melaporkan suara jet tempur dan beberapa ledakan keras terdengar selama lebih dari dua jam. Rentetan tembakan juga terdengar menyusul serangan udara yang mengguncang wilayah ibu kota.
Sementara itu, di Kandahar, seorang jurnalis AFP melaporkan adanya pesawat tempur yang melintas di udara. Wilayah tersebut diketahui menjadi basis kepemimpinan tertinggi Taliban, sehingga serangan udara Pakistan ke Afghanistan memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas.
Pemerintah Taliban mengonfirmasi adanya serangan udara dari Pakistan. Namun, juru bicara Taliban menyebut tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Beberapa jam sebelumnya, Taliban mengumumkan operasi ofensif skala besar di perbatasan Pakistan sebagai balasan atas pelanggaran yang dituduhkan kepada militer Pakistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan delapan tentaranya tewas dalam operasi darat di kawasan perbatasan. Selain itu, seorang pejabat Afghanistan menyebut sejumlah warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan mortir di dekat perlintasan Torkham.
Mortir tersebut dilaporkan menghantam sebuah kamp pengungsi yang menampung warga Afghanistan yang kembali dari Pakistan. Tujuh orang dilaporkan terluka, dengan seorang perempuan berada dalam kondisi serius akibat insiden tersebut.
Serangan udara Pakistan ke Afghanistan disebut berkaitan dengan rangkaian aksi bom bunuh diri mematikan yang terjadi beberapa hari sebelumnya di wilayah Pakistan. Salah satu serangan menargetkan masjid Syiah di Islamabad dan menewaskan puluhan orang, dengan klaim tanggung jawab dari kelompok ISIS.
Afiliasi regional ISIS di Pakistan, Islamic State Khorasan Province, juga mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri mematikan di sebuah restoran di Kabul pada bulan sebelumnya. Situasi ini memperkeruh konflik Pakistan Afghanistan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Bentrok bersenjata antara kedua negara menyebabkan sebagian besar perlintasan perbatasan ditutup sejak pertempuran mematikan pada Oktober. Operasi militer Taliban juga disebut sebagai respons atas serangan Pakistan ke Provinsi Nangarhar dan Paktika yang menewaskan warga sipil.
Taliban mengklaim sedikitnya 18 orang tewas akibat serangan tersebut dan membantah pernyataan Pakistan yang menyebut lebih dari 80 pasukan Taliban tewas. Kedua pihak juga melaporkan baku tembak lintas perbatasan pada Selasa tanpa korban jiwa.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan terus memburuk, meski beberapa upaya perundingan telah dilakukan. Gencatan senjata sementara yang dimediasi Qatar dan Turki gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Arab Saudi bahkan turut terlibat dengan memediasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditangkap Afghanistan pada Oktober lalu. Meski demikian, tuduhan Pakistan terhadap Afghanistan terkait pembiaran kelompok militan masih dibantah oleh pemerintah Taliban, sehingga eskalasi konflik Afghanistan tetap berlanjut tanpa kepastian penyelesaian.