Beritagosip.com Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut berharap Iran tetap ambil bagian di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini menegaskan fokus FIFA pada penyelenggaraan turnamen yang aman dengan keikutsertaan seluruh tim peserta.
Grafstrom menjelaskan bahwa pengundian babak final telah dilakukan di Washington dan diikuti semua tim yang lolos. Menurutnya, FIFA ingin memastikan Piala Dunia 2026 berjalan dengan lancar tanpa mengesampingkan faktor keamanan. FIFA ingin Iran tampil dengan tetap menjalin komunikasi intensif bersama negara tuan rumah.
Ia juga menegaskan bahwa FIFA akan terus berkomunikasi secara rutin dengan tiga pemerintah penyelenggara. Negara tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini disebut sebagai prosedur standar yang selalu dilakukan FIFA dalam berbagai situasi.
FIFA tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru terkait keikutsertaan Iran. Organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu memilih memantau perkembangan situasi politik internasional. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi perhatian utama.
Grafstrom mengungkapkan bahwa dirinya mengikuti perkembangan berita terkait Iran seperti publik pada umumnya. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales, pada Sabtu (28/1). Situasi global disebut masih terlalu dini untuk disimpulkan secara detail.
Menurut Grafstrom, pertemuan internal FIFA telah digelar pada hari yang sama. Namun, ia menilai belum saatnya memberikan komentar rinci. FIFA ingin melihat perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil sikap resmi.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli mendatang. Turnamen tersebut akan digelar di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pada fase grup, Iran dijadwalkan bermain di Amerika Serikat.
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyebut adanya kemungkinan Iran gagal berpartisipasi. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perang yang sedang berlangsung. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi peluang Iran di Piala Dunia 2026.
Mehdi Taj menyatakan bahwa dengan situasi yang terjadi dan serangan oleh Amerika Serikat, harapan Iran menjadi tidak pasti. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan pimpinan olahraga dunia. Pernyataan ini mempertegas bahwa nasib Iran di Piala Dunia 2026 sepenuhnya bergantung pada kebijakan FIFA.