Beritagosip.com Drone serang pangkalan AU Inggris di Siprus menjadi perhatian setelah Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris memastikan bahwa serangan tersebut tidak berasal dari Iran. Pernyataan ini disampaikan untuk menjelaskan laporan yang beredar mengenai asal drone yang menargetkan pangkalan militer Inggris di wilayah tersebut.
Kementerian Pertahanan Inggris menyampaikan klarifikasi melalui akun resmi mereka di platform X. Pernyataan itu menjelaskan bahwa operasi pertahanan udara tetap berjalan di kawasan Timur Tengah.
Jet Typhoon dan F-35B milik Angkatan Udara Inggris terus menjalankan misi pertahanan udara. Operasi tersebut mendapat dukungan dari pesawat pengisian bahan bakar Voyager untuk menjaga kepentingan Inggris dan sekutunya di kawasan.
Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Inggris menegaskan bahwa drone yang menyerupai jenis drone Shahed tidak diluncurkan dari Iran. Drone tersebut sebelumnya menargetkan pangkalan AU Inggris Akrotiri di Pulau Siprus pada tengah malam 2 Maret.
Penegasan tersebut sekaligus menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa serangan drone di Siprus berasal dari Iran. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan yang mereka lakukan.
Setelah insiden drone serang pangkalan AU Inggris terjadi, pemerintah Inggris mengambil langkah tambahan dalam sistem pertahanan. Dalam 24 jam terakhir, pasokan sistem pertahanan udara kembali dikirim ke pangkalan militer Inggris dan sekutu di kawasan tersebut.
Sistem tersebut mencakup rudal pertahanan udara milik Inggris yang digunakan untuk memperkuat perlindungan fasilitas militer. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan udara Inggris terhadap ancaman serangan.
Selain itu, Inggris juga berencana mengerahkan helikopter Angkatan Laut tipe Wildcat. Helikopter tersebut akan dilengkapi rudal Martlet yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari udara.
Rudal Martlet dikenal memiliki kemampuan untuk menangkis target udara berukuran kecil. Sistem ini digunakan untuk menghadapi ancaman seperti drone yang mendekati wilayah militer.
Meski telah memberikan penjelasan mengenai asal serangan, Kementerian Pertahanan Inggris belum mengungkap lokasi pasti peluncuran drone tersebut. Informasi tersebut masih belum diumumkan secara rinci kepada publik.
Pangkalan AU Inggris Akrotiri berada di bagian barat daya kota pesisir Limassol di Pulau Siprus. Fasilitas ini menjadi salah satu pangkalan militer utama yang masih dipertahankan Inggris di wilayah bekas koloninya.
Sejak Siprus merdeka pada 1960, Inggris tetap mempertahankan dua pangkalan militer di pulau tersebut. Selain fasilitas militer, kawasan pangkalan AU Inggris Akrotiri juga menjadi tempat tinggal keluarga personel yang bertugas.
Setelah dugaan dampak serangan drone di Siprus, otoritas pangkalan mengeluarkan imbauan kepada warga sekitar. Mereka diminta tetap berlindung di tempat sampai pemberitahuan berikutnya.
Pihak pangkalan kemudian mengumumkan bahwa personel non-esensial akan dipindahkan dari lokasi tersebut. Meski demikian, fasilitas militer Inggris lainnya tetap menjalankan operasi secara normal.
Pangkalan AU Inggris Akrotiri terletak di semenanjung berbentuk persegi di bagian selatan Pulau Siprus. Lokasi ini sebelumnya digunakan untuk berbagai operasi militer Inggris di kawasan Timur Tengah.
Beberapa operasi militer yang pernah dijalankan dari pangkalan tersebut mencakup misi di Irak, Suriah, dan Yaman. Peran strategis pangkalan AU Inggris Akrotiri membuatnya menjadi fasilitas penting bagi operasi pertahanan udara Inggris di kawasan.