Beritagosip.com Televisi pemerintah Iran pada Kamis (5/3) menyatakan bahwa drone yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menghantam kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln. Klaim drone Iran serang USS Abraham Lincoln tersebut disampaikan melalui siaran resmi, namun laporan itu tidak disertai penjelasan rinci mengenai insiden yang disebutkan.
Laporan yang dikutip dari AFP menyebutkan bahwa televisi pemerintah Iran hanya menyampaikan klaim Iran serang kapal induk AS tanpa informasi tambahan. Sebelumnya, Garda Revolusi juga menyatakan telah mengenai kapal induk Amerika tersebut. Namun, pihak Pentagon saat itu menolak klaim tersebut dan menyatakan bahwa rudal yang ditembakkan tidak mendekati target.
Klaim drone Iran serang USS Abraham Lincoln muncul di tengah konflik AS Iran terbaru yang terus berkembang. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melanjutkan operasi militer terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat. Ia menilai langkah semacam itu akan membawa konsekuensi besar bagi pihak yang menyerang republik Islam tersebut.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika NBC News, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak menghindari konfrontasi jika serangan tersebut benar-benar terjadi. Ia mengatakan bahwa Iran telah bersiap menghadapi situasi tersebut.
“Kami sedang menunggu mereka,” ujar Araghchi kepada NBC News ketika membahas konflik AS Iran terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menambahkan bahwa Iran yakin mampu menghadapi serangan tersebut dan menyebut bahwa dampaknya akan menjadi bencana besar bagi pihak lawan.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengklaim keberhasilan signifikan selama operasi yang sedang berlangsung. Seorang perwira tinggi militer AS menyatakan bahwa lebih dari 30 kapal Iran tenggelam oleh AS sejak konflik dimulai.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (5/3) oleh kepala Komando Pusat Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper.
Dalam konferensi pers yang dikutip dari AFP, Cooper menyebutkan bahwa pasukan AS telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran selama perang yang sedang berlangsung. Pernyataan ini memperkuat laporan mengenai kapal Iran tenggelam oleh AS dalam konflik yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam beberapa jam terakhir, pasukan Amerika berhasil menyerang kapal induk drone milik Iran. Kapal tersebut disebut memiliki ukuran yang sebanding dengan kapal induk pada era Perang Dunia II.
Menurut Cooper, kapal induk drone Iran itu saat ini berada dalam kondisi terbakar setelah serangan tersebut. Klaim mengenai kapal Iran tenggelam oleh AS dan kerusakan kapal induk drone menambah ketegangan dalam konflik AS Iran terbaru.
Selain itu, militer Amerika Serikat melaporkan adanya penurunan tajam dalam aktivitas militer Iran. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa serangan drone Iran menurun secara signifikan sejak awal konflik.
Cooper menjelaskan bahwa serangan rudal balistik Iran telah turun sekitar 90 persen dibandingkan hari pertama konflik. Ia juga menyatakan bahwa serangan drone Iran menurun sekitar 83 persen dalam periode yang sama.
Penurunan serangan drone Iran menurun tersebut terjadi setelah berbagai operasi militer yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel diketahui mulai melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari. Operasi militer tersebut memicu respons dari Teheran yang menembakkan sejumlah drone dan rudal ke beberapa negara di kawasan tersebut.
Rentetan serangan tersebut menjadi bagian dari konflik AS Iran terbaru yang kini melibatkan berbagai operasi militer di wilayah Timur Tengah. Klaim drone Iran serang USS Abraham Lincoln serta laporan kapal Iran tenggelam oleh AS menunjukkan bahwa eskalasi konflik masih terus berlangsung.