Beritagosip.com Perang Iran vs AS-Israel memasuki hari kedelapan pada Minggu (8/3). Ketegangan militer terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Rentetan serangan Iran dan operasi militer lawan masih berlangsung. Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial dalam konflik ini.
Sejumlah peristiwa penting muncul selama hari kedelapan perang Iran vs AS-Israel. Insiden kapal, pernyataan politik, serta strategi militer baru ikut membentuk perkembangan konflik. Berikut fakta terbaru yang muncul hingga Minggu (8/3).
- IRGC menyerang kapal tanker berbendera Malta
IRGC menembak kapal tanker minyak berbendera Malta bernama Prima pada Sabtu (7/3). Insiden berlangsung di kawasan Teluk Persia yang dekat dengan Selat Hormuz.
Pihak IRGC menyatakan kapal tersebut mengabaikan beberapa peringatan dari Angkatan Laut Iran. Peringatan itu berkaitan dengan larangan melintas dan kondisi keamanan Selat Hormuz.
Sejak perang Iran vs AS-Israel pecah pada 28 Februari, serangan Iran menargetkan sejumlah kapal tanker. Target utama berasal dari pihak yang dianggap berhubungan dengan AS dan sekutunya.
Iran juga menutup Selat Hormuz selama konflik berlangsung. Pemerintah Iran mengancam setiap kapal yang tetap melintas di jalur tersebut. Namun Iran tetap memberi jaminan keamanan bagi kapal milik China dan Rusia.
- Tugboat UEA meledak di Selat Hormuz, tiga WNI hilang
Sebuah kapal tugboat berbendera Uni Emirat Arab meledak lalu tenggelam di Selat Hormuz pada Jumat (6/3). Insiden ini melibatkan empat anak buah kapal warga negara Indonesia.
Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan seluruh WNI bekerja di kapal Musaffah 2.
Insiden terjadi di perairan Selat Hormuz antara wilayah Persatuan Emirat Arab dan Oman pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Keterangan saksi mata menyebut ledakan besar muncul sebelum kebakaran meluas di kapal tersebut. Kapal Musaffah 2 kemudian tenggelam di Selat Hormuz.
Otoritas UEA dan Oman kini meneliti penyebab pasti ledakan tersebut. Hingga saat ini tiga WNI masih hilang.
- Presiden Iran meminta maaf kepada negara Arab
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Arab. Pernyataan ini muncul setelah serangan Iran sempat mengenai wilayah mereka.
Ia menegaskan Iran tidak berniat menargetkan negara tetangga. Serangan Iran hanya akan muncul jika ancaman datang dari wilayah tersebut.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu melalui pidato yang ditayangkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (7/3).
Ia menyatakan permintaan maaf atas nama pribadi dan negara Iran kepada negara tetangga yang terkena dampak konflik.
Dewan kepemimpinan sementara Iran juga menyepakati penghentian serangan terhadap negara tetangga. Rudal hanya akan diluncurkan jika ancaman langsung datang kepada Iran.
Iran kini berada di bawah Dewan Kepemimpinan sementara. Situasi ini muncul setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.
- Iran bersumpah terus melawan dalam perang Iran vs AS-Israel
Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan menyerah kepada Amerika Serikat maupun Israel. Ia menyatakan negara itu siap mempertahankan diri hingga akhir.
Dalam pidatonya, ia mengatakan musuh Iran harus mengubur harapan mereka agar rakyat Iran menyerah tanpa syarat.
Ia juga menegaskan operasi militer Iran memiliki target tertentu. Operasi tersebut menyasar fasilitas yang menjadi sumber agresi terhadap Iran.
Pernyataan ini mempertegas sikap Iran dalam perang Iran vs AS-Israel. Pemerintah Iran menunjukkan tekad untuk melanjutkan konflik jika tekanan militer terus muncul.
- AS menargetkan kendali wilayah udara Iran dalam 4-6 pekan
Amerika Serikat menilai operasi militernya di Timur Tengah menunjukkan kemajuan signifikan. Target utama mereka adalah penguasaan wilayah udara Iran.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan proses tersebut bisa tercapai dalam empat hingga enam pekan mendatang.
Ia menyebut militer AS berada di jalur yang kuat untuk mengendalikan wilayah udara Iran. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (6/3).
Selain operasi militer, Washington juga menilai berbagai kemungkinan kepemimpinan Iran di masa depan. Pemerintah AS sedang mempertimbangkan sejumlah kandidat potensial.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perang Iran vs AS-Israel tidak hanya berlangsung di medan tempur. Konflik ini juga mempengaruhi peta politik dan keamanan kawasan Timur Tengah.