Beritagosip.com Mojtaba Khamenei pemimpin Iran muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya setelah pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Kamis (12/3), ia menegaskan balas dendam Iran AS Israel akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
“Kami akan membalas darah para martir kami,” ujar Mojtaba Khamenei pemimpin Iran dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Iran akan terus menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu menandai eskalasi konflik Iran terbaru setelah serangan AS Israel ke Iran beberapa waktu lalu.
“Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai,” kata Mojtaba dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Mojtaba juga menegaskan bahwa Iran tetap mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara Arab di kawasan. Namun, ia menekankan langkah strategis lain untuk menghadapi musuh negaranya.
Ia menyatakan penutupan Selat Hormuz akan terus diberlakukan. Kebijakan ini disebut sebagai tekanan terhadap pihak yang dianggap mengancam Iran dalam konflik Iran terbaru.
Penunjukan Mojtaba Khamenei pemimpin Iran diumumkan secara resmi pada Senin (9/3). Ia menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer.
Penetapan tersebut berlangsung sekitar satu pekan setelah serangan AS Israel ke Iran pada 28 Februari. Serangan gabungan itu menewaskan Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya.
Mojtaba dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh kuat di dalam struktur keamanan Iran. Selain itu, ia juga memiliki koneksi dengan jaringan bisnis besar yang berkembang selama masa kepemimpinan ayahnya.
Pria berusia 56 tahun itu telah lama dipandang sebagai kandidat utama untuk menggantikan Ayatollah Ali Khamenei. Penilaian tersebut muncul menjelang proses pemilihan oleh Majelis Ahli.
Majelis Ahli merupakan badan beranggotakan 88 ulama. Lembaga ini memiliki kewenangan untuk memilih pemimpin tertinggi Iran.
Serangan AS Israel ke Iran sejak 28 Februari memicu perubahan besar dalam struktur kepemimpinan negara tersebut. Serangan hari pertama itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah tokoh penting lainnya.
Korban tewas termasuk anggota keluarga dekat Khamenei. Istri Mojtaba, yang juga menantu Ayatollah Ali Khamenei, turut menjadi korban. Ibunya serta sejumlah pejabat keamanan tinggi Iran juga dilaporkan tewas.
Setelah serangan tersebut, Teheran meluncurkan operasi balasan terhadap Israel dan sejumlah target militer di kawasan Timur Tengah. Operasi ini menjadi bagian dari balas dendam Iran AS Israel yang terus berlanjut.
Di tengah eskalasi konflik Iran terbaru, pemerintah Iran juga mempersiapkan proses suksesi kepemimpinan. Majelis Ahli kemudian menggelar pemungutan suara untuk menentukan pemimpin tertinggi baru.
Hasil pemungutan suara menetapkan Mojtaba Khamenei pemimpin Iran menggantikan ayahnya. Penetapan tersebut diumumkan pada awal pekan ini.
Serangan AS Israel ke Iran disebut memiliki tujuan strategis yang luas. Operasi tersebut diarahkan untuk mengganti rezim Iran serta menghancurkan program nuklir dan rudal balistik negara itu.
Meski demikian, struktur kepemimpinan ulama Iran dinilai sangat kuat. Sistem tersebut telah mengakar lama dalam pemerintahan negara itu sehingga sulit digoyahkan oleh tekanan eksternal.
Dengan kondisi tersebut, konflik Iran terbaru masih berpotensi berkembang. Ancaman balas dendam Iran AS Israel serta kebijakan penutupan Selat Hormuz menjadi faktor yang dapat memicu ketegangan lanjutan di kawasan.