Beritagosip.com Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pengiriman bantuan Rusia ke Iran melalui Kementerian Situasi Darurat Rusia pada Kamis (12/3). Bantuan kemanusiaan Rusia Iran tersebut berupa obat-obatan dengan total berat mencapai 13 ton.
Kementerian menyatakan pengiriman logistik dilakukan melalui jalur Azerbaijan. Bantuan Rusia ke Iran itu dikirim terlebih dahulu ke negara tersebut sebelum diserahkan kepada pihak berwenang Iran.
Divisi penerbangan kementerian bertugas mengatur proses pengiriman. Pesawat membawa obat-obatan menuju Azerbaijan agar dapat diteruskan kepada perwakilan resmi pemerintah Iran.
“Divisi penerbangan kementerian mengatur pengiriman obat-obatan ke Azerbaijan untuk diteruskan kepada perwakilan resmi pemerintah Iran,” demikian isi pernyataan kementerian yang dikutip Anadolu Agency.
Langkah bantuan kemanusiaan Rusia Iran muncul setelah aktivitas diplomatik antara Moskow dan Washington berlangsung. Pada Senin (9/3), Vladimir Putin Iran menjadi topik utama percakapan telepon antara Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kedua pemimpin membahas usulan penyelesaian konflik Iran terbaru yang berkembang di kawasan tersebut. Diskusi tersebut menyoroti pendekatan politik serta diplomatik untuk meredakan situasi.
Ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa Putin menyampaikan sejumlah gagasan terkait penyelesaian konflik Iran terbaru. Pendekatan tersebut menekankan jalur diplomasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.
Putin juga menyarankan agar kontak dengan para pemimpin negara Teluk terus dilanjutkan. Ia mendorong dialog dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta pemimpin negara lain yang terlibat dalam dinamika kawasan.
“Izinkan saya mengatakan bahwa pertukaran ide yang sangat substansial, dan tanpa diragukan lagi bermanfaat, telah terjadi,” ujar Ushakov seperti dikutip Reuters.
Dalam percakapan yang sama, Donald Trump juga menyampaikan penilaiannya mengenai perkembangan operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan Iran AS Israel di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan regional meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut menjadi pemicu utama konflik Iran terbaru yang terus berkembang.
Serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting Iran. Di antara korban terdapat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Amir Hatami, serta Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mohammed Pakpour.
Setelah peristiwa tersebut, Teheran melakukan respons militer. Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal serta drone.
Serangan tersebut menargetkan wilayah Israel. Beberapa negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat juga menjadi sasaran.
Perkembangan konflik Iran terbaru ini menambah ketegangan Iran AS Israel di kawasan Timur Tengah. Dalam situasi tersebut, bantuan Rusia ke Iran menjadi langkah yang diambil Moskow melalui pengiriman bantuan kemanusiaan Rusia Iran.