Beritagosip.com Amerika Serikat menuding Iran pasang ranjau di Selat Hormuz selama konflik AS Israel Iran yang berlangsung sejak akhir Februari. Tuduhan tersebut muncul setelah laporan intelijen mengungkap aktivitas militer Iran di jalur laut strategis itu.
Sumber yang mengetahui laporan tersebut menyatakan jumlah ranjau di Selat Hormuz belum besar. Pemasangan ranjau oleh Iran disebut hanya mencapai beberapa lusin dalam beberapa hari terakhir.
Informasi lain menyebut Iran masih menyimpan sebagian besar armada kecilnya. Sekitar 80 hingga 90 persen kapal kecil dan kapal penebar ranjau Iran belum digunakan.
Situasi tersebut menunjukkan potensi eskalasi yang lebih besar. Jika dikerahkan, kapal penebar ranjau Iran mampu menebar ratusan ranjau di Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC diketahui memiliki kemampuan operasi ranjau laut yang cukup luas. Mereka dapat mengerahkan kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, serta baterai rudal berbasis pantai.
Kekuatan militer tersebut tersebar di berbagai titik strategis. Kehadiran sistem persenjataan ini meningkatkan ketegangan Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi laporan mengenai ranjau di Selat Hormuz. Ia menyampaikan pernyataan melalui platform Truth Social pada Selasa (11/3).
Trump menyatakan Amerika Serikat ingin ranjau tersebut segera disingkirkan. Ia menegaskan Washington tidak memiliki laporan pasti mengenai pemasangan ranjau oleh Iran.
“Jika Iran sudah memasang ranjau di Selat Hormus, dan kami tak punya laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau itu disingkirkan, segera,” tulis Trump.
Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan konsekuensi besar akan muncul jika ranjau di Selat Hormuz tetap dipasang dan tidak dicabut.
Setelah unggahan tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan keterangan tambahan. Ia menyebut Komando Pusat AS telah menghancurkan kapal penebar ranjau yang tidak aktif di kawasan itu.
Langkah tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Amerika Serikat. Menurut Hegseth, operasi militer itu berjalan tanpa kompromi.
“Mereka sudah menghancurkan tanpa ampun. Kami tak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz,” kata Hegseth.
Komando Pusat AS kemudian mengonfirmasi tindakan militer tersebut. Beberapa kapal angkatan laut Iran disebut telah dihancurkan dalam operasi di dekat Selat Hormuz.
Laporan itu menyebut setidaknya 16 kapal penyebar ranjau Iran telah dimusnahkan. Kapal-kapal tersebut berada di sekitar jalur laut strategis tersebut.
Ketegangan Selat Hormuz meningkat setelah konflik AS Israel Iran memanas. Serangan besar dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
Iran kemudian melakukan serangan balasan. Target serangan mencakup Israel serta sejumlah aset militer di Timur Tengah.
Pemerintah Iran juga mengambil langkah drastis. Mereka menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan tersebut.
IRGC menyampaikan peringatan kepada kapal yang melintas. Mereka menyatakan kapal yang mengabaikan peringatan akan menjadi target serangan.
Ancaman itu membuat jalur pelayaran internasional semakin tegang. Kehadiran ranjau di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk situasi keamanan kawasan.