Beritagosip.com – Kim Jong Un mengkritik Amerika Serikat dalam pidato Korea Utara usai kembali menjabat sebagai presiden urusan negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 dan menyoroti dugaan terorisme dan agresi AS di berbagai wilayah.
Dalam pidato Korea Utara tersebut, Kim Jong Un menilai tindakan Amerika Serikat mencerminkan sikap arogan dan sewenang-wenang. Ia mengaitkan hal itu dengan konflik global Korea Utara, termasuk serangan yang terjadi terhadap Iran sejak 28 Februari.
Kim Jong Un menyatakan bahwa terorisme dan agresi AS tidak mampu melemahkan pihak yang menentang dominasi global. Ia menegaskan bahwa tekanan tersebut justru memperkuat tekad kelompok yang menginginkan kemerdekaan dan kesetaraan.
Pernyataan itu juga menyoroti bahwa tindakan Amerika Serikat memicu sentimen anti-Amerika di berbagai kawasan. Kim Jong Un menilai kondisi tersebut mendorong persatuan di antara pihak yang merasa terintimidasi oleh kebijakan global Washington.
Pidato Korea Utara ini menjadi yang pertama sejak Kim Jong Un kembali terpilih sebagai presiden urusan negara. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan bahwa kebijakan nuklir Korut tidak akan ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Kim Jong Un juga menilai situasi internasional saat ini bersifat kompleks dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan.
Ia menyebut bahwa pendekatan strategis harus berfokus pada kepentingan jangka panjang dibandingkan keuntungan sesaat. Pernyataan ini menjadi bagian dari arah kebijakan dalam menghadapi konflik global Korea Utara yang terus berkembang.
Selain itu, Kim Jong Un menuding Amerika Serikat dan sekutunya terus menempatkan aset strategis nuklir di sekitar wilayah Korea Utara. Ia menilai langkah tersebut mengancam stabilitas keamanan negaranya.
Meski demikian, Kim Jong Un menegaskan bahwa negaranya tidak berada dalam posisi rentan. Ia menyatakan Korea Utara memiliki kemampuan untuk merespons ancaman jika diperlukan, termasuk melalui kekuatan militer strategis.
Korea Utara diketahui memiliki hubungan erat dengan Iran, termasuk dalam kerja sama militer. Hubungan ini disebut berkaitan dengan pengembangan teknologi rudal yang digunakan kedua negara dalam konteks pertahanan masing-masing.
Sejumlah laporan sebelumnya juga menyebut bahwa rudal balistik Iran memiliki kemiripan dengan teknologi yang dikembangkan Korea Utara. Hal ini memperlihatkan keterkaitan teknis dalam kerja sama pertahanan antara kedua negara.