Beritagosip.com – Serangan Irak Barat terjadi pada Selasa (24/3) dan menewaskan seorang komandan serta beberapa anggota dari Hashed al-Shaabi. Insiden ini menjadi bagian dari eskalasi konflik Irak Barat yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Hashed al-Shaabi, yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer, merupakan bagian dari angkatan bersenjata resmi Irak. Struktur organisasi ini mencakup sejumlah brigade, termasuk kelompok yang mendapat dukungan dari Iran. Dalam serangan Irak Barat tersebut, sebuah pangkalan di provinsi Anbar menjadi target saat pertemuan para komandan berlangsung.
Pihak Pasukan Mobilisasi Populer mengecam keras serangan terhadap PMF tersebut. Mereka menyatakan bahwa komandan provinsi sekaligus kepala operasi Anbar, Saad Dawai al-Baiji, tewas bersama sejumlah pejuang lain. Namun, rincian tambahan tidak disampaikan secara lengkap.
Sumber yang tidak disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa tujuh anggota Hashed al-Shaabi tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan Irak Barat itu. Tuduhan juga diarahkan kepada Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap PMF tersebut.
Seorang pejabat keamanan menyampaikan bahwa korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari serangan Irak Barat terhadap stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Sebelum insiden ini, konflik Irak Barat telah dipicu oleh serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Irak kemudian terseret dalam ketegangan tersebut tanpa keterlibatan langsung pada awalnya.
Kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat di Irak dan wilayah lain. Di sisi lain, serangan terhadap PMF juga terus terjadi sebagai bagian dari dinamika konflik Irak Barat.
Pemerintah Baghdad berulang kali mengecam serangan terhadap Hashed al-Shaabi sejak konflik memanas. Pernyataan tersebut menegaskan posisi resmi Irak dalam menghadapi eskalasi yang melibatkan Pasukan Mobilisasi Populer.
Pada pekan sebelumnya, Pentagon mengakui bahwa helikopter tempur telah digunakan untuk menyerang kelompok bersenjata pro-Iran di Irak. Pengakuan ini menjadi yang pertama sejak konflik terbaru berlangsung.
Data terbaru menunjukkan bahwa sedikitnya 60 orang telah tewas di Irak akibat konflik Irak Barat. Mayoritas korban merupakan anggota Pasukan Mobilisasi Populer yang terlibat dalam berbagai bentrokan.
Selain itu, seorang awak kapal asing juga dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kapal tanker yang berada di dekat pelabuhan Irak. Informasi ini disampaikan oleh pejabat keamanan pelabuhan setempat sebagai bagian dari dampak lanjutan konflik Irak Barat.