Beritagosip.com Trump Iran negosiasi kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat mengungkap klaim kontroversial. Ia menyebut bahwa delegasi Iran diam-diam terlibat dalam negosiasi AS Iran, meski tidak berani mengakuinya secara terbuka.
Pernyataan Trump disampaikan dalam jamuan makan malam bersama anggota Partai Republik pada Rabu (25/3). Ia menyatakan bahwa pihak Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan dalam konflik AS Iran yang terus berlangsung.
Menurutnya, delegasi Iran enggan mengungkap proses tersebut karena merasa terancam. Ia menilai mereka khawatir akan keselamatan diri jika mengakui adanya negosiasi AS Iran di depan publik.
Trump juga menambahkan bahwa ketakutan tersebut tidak hanya berasal dari internal Iran. Ia bahkan menyebut adanya kekhawatiran terhadap tindakan dari pihak Amerika Serikat sendiri. Pernyataan Trump Iran ini semakin memperkeruh situasi diplomatik.
Komentar tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan penolakan terhadap negosiasi. Ia menyampaikan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk melakukan dialog selama konflik AS Iran masih berlangsung.
Araghchi menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini adalah melanjutkan perlawanan. Ia juga menyebut bahwa negosiasi dengan AS dianggap sebagai bentuk pengakuan kekalahan. Pernyataan ini mempertegas sikap Iran tolak negosiasi.
Di tengah ketegangan, sejumlah negara mencoba menjadi mediator. Pakistan, Turki, dan Mesir dilaporkan menawarkan diri untuk menjembatani negosiasi AS Iran. Upaya ini menunjukkan adanya dorongan internasional untuk meredakan konflik AS Iran.
Pakistan disebut telah menyampaikan proposal kepada Iran. Sementara itu, Turki dikabarkan menjalin komunikasi dengan kedua pihak. Namun, belum ada kejelasan apakah proposal tersebut sejalan dengan usulan 15 poin dari Amerika Serikat.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa proposal tersebut telah ditinjau. Hasilnya, respons yang diberikan cenderung negatif terhadap isi usulan tersebut. Hal ini semakin menegaskan posisi Iran tolak negosiasi.
Konflik AS Iran sendiri terus meningkat sejak serangan besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2025. Operasi tersebut menimbulkan korban besar, termasuk pemimpin tertinggi Iran dan ribuan warga lainnya.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Eskalasi ini membuat konflik AS Iran semakin sulit untuk diredakan dalam waktu dekat.