Beritagosip.com Rudal ganas Iran dilaporkan menghantam wilayah Arad dan Dimona yang berada di dekat pusat penelitian nuklir Israel. Serangan rudal Iran tersebut dilakukan sebagai balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menargetkan fasilitas nuklir Natanz di provinsi Isfahan.
Dalam perkembangan konflik Iran Israel, serangan yang terjadi pada hari Sabtu menyebabkan sedikitnya 180 orang mengalami luka-luka. Ratusan warga kemudian dievakuasi dari sejumlah kota strategis karena situasi keamanan yang memburuk. Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik Iran Israel memasuki fase baru yang dinilai lebih mematikan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa negaranya menghadapi malam yang sangat sulit dalam pertempuran yang menentukan masa depan Israel. Ia juga mengungkapkan bahwa Israel minta bantuan dari komunitas internasional untuk menghadapi serangan rudal Iran yang terus meningkat.
Mengutip laporan Al-Jazeera, para analis pertahanan menilai bahwa program rudal Iran merupakan salah satu yang terbesar dan paling beragam di kawasan Timur Tengah. Pengembangan sistem ini dilakukan selama beberapa dekade untuk memperkuat kemampuan militer Iran.
Program tersebut mencakup berbagai jenis rudal, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah. Sistem ini dirancang untuk memberikan jangkauan luas bagi Iran meskipun negara tersebut tidak memiliki kekuatan angkatan udara modern yang signifikan.
Iran diketahui memiliki rudal jarak pendek hingga menengah serta rudal jelajah jarak jauh yang digunakan untuk serangan darat dan anti-kapal. Dalam kategori rudal balistik jarak pendek, jangkauan yang dimiliki berkisar antara 150 hingga 800 kilometer dan digunakan untuk target militer di wilayah regional.
Sistem utama dalam kategori ini mencakup varian Fateh seperti Zolfaghar dan Qiam-1, serta rudal Shahab-1 dan Shahab-2 yang telah lebih lama dikembangkan. Jangkauan yang lebih pendek dianggap memberikan keunggulan dalam situasi krisis karena memungkinkan peluncuran beruntun dengan waktu peringatan yang lebih singkat.
Untuk rudal jarak menengah, Iran mengoperasikan sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, varian Khorramshahr, serta Sejjil. Selain itu, terdapat pula desain yang lebih baru seperti Kheibar Shekan dan Haj Qassem yang memperkuat kemampuan serangan.
Dalam kategori rudal jelajah, Iran memiliki varian Soumar, Ya-Ali, dan Quds, termasuk Hoveyzeh, Paveh, serta Ra’ad. Sistem ini digunakan untuk serangan darat maupun operasi anti-kapal.
Rudal dengan jangkauan terjauh dilaporkan mampu mencapai 2.000 hingga 2.500 kilometer. Namun, terdapat laporan bahwa dua rudal Iran sempat diarahkan ke Diego Garcia, lokasi pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Samudra Hindia yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran. Pihak Inggris menyatakan serangan tersebut tidak berhasil, sementara pejabat Iran membantah peluncuran tersebut.
Selain itu, Iran juga dilaporkan menggunakan amunisi tandan dalam serangannya terhadap Israel. Setiap jenis hulu ledak yang dimiliki disebut dapat dilengkapi dengan teknologi tersebut, yang meningkatkan dampak serangan di area target.