Beritagosip.com Presiden Donald Trump mengungkapkan kekecewaan mendalam karena NATO tak bantu Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat selama hampir satu bulan terakhir. Dalam pernyataannya, Trump menilai aliansi militer tersebut tidak menunjukkan peran berarti saat konflik AS Iran terus berlangsung.
Trump menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan dari NATO, rasa kecewa tetap muncul karena tidak ada dukungan nyata yang diberikan. Ia menyinggung momen penting dalam konflik ini dan mengingatkan bahwa sikap NATO akan selalu dikenang dalam dinamika hubungan internasional.
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Trump kembali menyoroti bahwa NATO tak bantu Iran dalam konteks konflik yang semakin memanas. Pernyataan tersebut memperkuat kritik Trump terhadap NATO yang dinilai tidak bertindak saat Amerika Serikat menghadapi serangan balasan.
Dalam rapat kabinet yang digelar di Gedung Putih, Trump secara terbuka menyampaikan ketidakpuasan tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintahannya merasa sangat kecewa karena NATO tidak melakukan langkah apa pun untuk membantu situasi yang sedang berlangsung.
Trump juga mengemukakan pandangannya bahwa NATO tidak akan memberikan perlindungan kepada Amerika Serikat dalam kondisi krisis. Ia mengingat kembali pendapat lama yang menyebut NATO sebagai “macan kertas” dan menilai ketidakseimbangan komitmen dalam aliansi tersebut.
Kritik Trump terhadap NATO bukanlah hal baru. Pada masa jabatan sebelumnya, ia berulang kali mempertanyakan efektivitas aliansi itu. Bahkan, terdapat laporan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan NATO.
Dalam perkembangan perang Iran terbaru, pengamat melihat adanya tekanan besar yang dihadapi Trump. Serangan balasan dari Iran dinilai memperumit situasi dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Iran merespons operasi militer dengan melancarkan serangan terhadap Israel serta aset milik Amerika Serikat di wilayah Teluk. Kondisi ini memperparah konflik AS Iran dan memperlihatkan eskalasi yang terus meningkat di tengah absennya dukungan NATO.