Beritagosip.com Kelangkaan Minyakita menjadi perhatian setelah produk tersebut dilaporkan kosong di sejumlah pasar selama beberapa bulan. Kondisi ini mendorong Kementerian Perdagangan memberikan penjelasan terkait pasokan Minyakita yang terganggu.
Kelangkaan Minyakita diakui oleh pihak pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Mereka menyebut adanya dinamika dalam pasokan Minyakita yang memengaruhi ketersediaan di pasar rakyat.
Pemerintah menyatakan distribusi Minyakita kini sedang dioptimalkan. Penyaluran difokuskan melalui jalur Badan Usaha Milik Negara agar distribusi Minyakita dapat lebih terkendali dan merata.
Perum Bulog dan ID Food menjadi jalur utama dalam distribusi Minyakita saat ini. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan Minyakita bisa menjangkau pedagang di pasar rakyat secara lebih efektif.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan porsi kewajiban pasar dalam negeri atau DMO. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pasokan Minyakita di lapangan.
Proporsi distribusi melalui BUMN ditetapkan minimal 35 persen. Namun, realisasi distribusi Minyakita dilaporkan telah melampaui angka tersebut.
Data menunjukkan bahwa distribusi Minyakita telah mencapai 49,45 persen dari total realisasi DMO. Angka ini mencerminkan upaya peningkatan pasokan Minyakita oleh pemerintah.
Kemendag juga terus berkoordinasi dengan pelaku usaha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar tanpa hambatan tambahan.
Di sisi lain, Minyakita kosong sudah dirasakan pedagang sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah pasar dilaporkan tidak lagi memiliki stok produk tersebut.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok mencatat harga Minyakita telah melampaui batas. Harga Minyakita rata-rata nasional berada di angka Rp15.961 per liter, lebih tinggi dari HET Rp15.700 per liter.
Kondisi Minyakita kosong terlihat di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan. Pedagang di lokasi tersebut mengaku tidak menerima pasokan selama sekitar tiga bulan.
Situasi serupa juga terjadi di pasar lain sejak awal tahun. Ketiadaan pasokan Minyakita membuat pedagang harus mencari alternatif produk lain.
Pedagang mulai menjual minyak goreng kemasan premium dengan harga lebih tinggi. Harga produk tersebut kini berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter.
Selain itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan harga. Harga yang sebelumnya sekitar Rp18 ribu kini meningkat menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Beberapa pedagang menyebut pasokan dari distributor terhenti. Bahkan, ada yang mengaku harus membeli produk lain untuk mendapatkan minyak goreng tertentu di tengah kelangkaan Minyakita.