Beritagosip.com Iran ejek Trump terkait kebijakan blokade Selat Hormuz yang diumumkan baru-baru ini. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, yang menyindir langkah Amerika Serikat tersebut.
Dalam unggahan media sosial, Iran ejek Trump dengan membandingkan Selat Hormuz dengan platform digital. Mereka menegaskan bahwa blokade Selat Hormuz tidak bisa disamakan dengan sistem pemblokiran di media sosial.
Akun resmi @IraninHyderabad menyampaikan bahwa Selat Hormuz bukan media sosial. Pernyataan itu menegaskan bahwa pihak tertentu tidak bisa sekadar membalas blokade dengan cara yang sama seperti dalam dunia digital.
Sindiran ini muncul setelah kebijakan Trump Iran terkait blokade Selat Hormuz diumumkan. Langkah tersebut diambil usai negosiasi antara kedua pihak mengalami kebuntuan.
Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz mulai diberlakukan sejak Senin waktu setempat. Ia juga mengeluarkan peringatan keras terhadap kapal milik Iran yang mencoba mendekati area tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kapal yang melanggar blokade akan dihentikan dengan tindakan tegas. Ia bahkan menyebut penggunaan sistem penindakan yang sama seperti operasi terhadap kapal pengedar narkoba.
Meski blokade Selat Hormuz telah diumumkan, aktivitas pelayaran tetap berlangsung. Beberapa kapal tanker Iran dilaporkan masih melintasi jalur strategis tersebut tanpa hambatan berarti.
Data pelayaran menunjukkan bahwa kapal tanker masih keluar masuk kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas kebijakan Trump Iran tersebut.
Salah satu kapal tanker dilaporkan memasuki kawasan Teluk pada Selasa siang waktu setempat. Kapal berbendera Panama bernama Peace Gulf diketahui menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.
Selain itu, dua kapal tanker Iran yang telah dikenai sanksi Amerika Serikat juga masih melintasi Selat Hormuz. Jalur ini diketahui menjadi rute utama bagi sekitar 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia.
Meski demikian, kapal tanker Iran tersebut tidak menuju pelabuhan domestik. Kondisi ini membuat mereka tampaknya tidak terdampak langsung oleh blokade Selat Hormuz yang diberlakukan.
Data lain menunjukkan kapal tanker jenis handy bernama Murlikishan bergerak menuju Irak. Kapal ini dijadwalkan memuat bahan bakar minyak pada pertengahan April setelah sebelumnya terlibat dalam pengangkutan dari Rusia dan Iran.
Sementara itu, kapal tanker lain bernama Rich Starry tercatat sebagai yang pertama keluar dari kawasan Teluk sejak blokade Selat Hormuz diterapkan. Kapal ini juga termasuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa blokade Selat Hormuz masih menghadapi tantangan di lapangan. Aktivitas kapal tanker Iran yang tetap berlangsung menjadi sorotan dalam dinamika kebijakan Trump Iran tersebut.