Beritagosip.com JD Vance bela Trump setelah muncul kontroversi Donald Trump akibat unggahan foto AI jadi Yesus di media sosial. Pernyataan ini disampaikan saat polemik terus berkembang di tengah kritik publik global.
JD Vance menyatakan bahwa unggahan tersebut hanyalah lelucon. Ia menilai banyak pihak tidak memahami konteks humor yang disampaikan oleh Donald Trump.
Dalam wawancara dengan Fox News, JD Vance bela Trump dengan menegaskan bahwa unggahan itu telah dihapus setelah menimbulkan kesalahpahaman. Ia juga menilai gaya komunikasi tersebut menunjukkan kedekatan langsung dengan publik.
Menurutnya, unggahan Truth Social yang dilakukan secara langsung mencerminkan pendekatan tanpa perantara. Hal ini dianggap sebagai kelebihan dalam membangun komunikasi politik yang lebih personal.
Kontroversi Donald Trump muncul setelah beredar foto AI jadi Yesus yang menampilkan dirinya mengenakan jubah putih. Dalam gambar tersebut, ia digambarkan meletakkan tangan bercahaya di kepala seseorang seperti melakukan penyembuhan.
Unggahan Truth Social tersebut kemudian memicu kritik publik global. Banyak pihak menilai konten tersebut tidak pantas karena dianggap memperolok simbol keagamaan.
Foto AI jadi Yesus ini muncul di tengah ketegangan antara Donald Trump dan pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV. Sebelumnya, Trump menyampaikan kritik terhadap sikap Vatikan terkait kebijakan luar negeri.
JD Vance bela Trump juga dalam konteks hubungan dengan Vatikan. Ia menyebut perbedaan pandangan antara pemerintah dan lembaga keagamaan sebagai hal yang wajar.
Ia menilai setiap pihak memiliki nilai masing-masing yang perlu diperjuangkan. Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung bahwa Vatikan sebaiknya lebih fokus pada isu moralitas internal Gereja Katolik.
Kontroversi Donald Trump ini memperlihatkan bagaimana unggahan digital dapat memicu reaksi luas. Perdebatan terkait batasan humor, simbol keagamaan, dan komunikasi publik kembali mengemuka dalam diskursus global.