Beritagosip.com Pemerintah terus mengupayakan distribusi Kartu Nusuk jemaah haji agar dapat diterima sebelum keberangkatan. Langkah ini difokuskan pada fase embarkasi di Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf, menyampaikan harapan agar Kartu Nusuk jemaah haji dapat dibagikan dan diaktifkan sejak di dalam negeri. Upaya ini menjadi bagian penting dari persiapan ibadah haji yang lebih matang.
Evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan adanya kendala dalam distribusi Kartu Nusuk. Pada tahun lalu, distribusi Kartu Nusuk dilakukan setelah jemaah tiba di Arab Saudi. Situasi tersebut menimbulkan hambatan dalam akses ibadah.
Sebagian jemaah bahkan tidak memperoleh Kartu Nusuk. Kondisi ini menyebabkan kesulitan saat hendak memasuki Masjidil Haram. Masalah tersebut menjadi dasar perbaikan distribusi Kartu Nusuk tahun ini.
Saat ini, Kartu Nusuk jemaah haji telah berada di Indonesia dan dikelola oleh pihak syarikah. Dua syarikah yang terlibat adalah Duyuful Bait dan Masyariq. Namun, proses pengeluaran kartu masih menghadapi kendala administratif.
Distribusi Kartu Nusuk dari syarikah Duyuful Bait telah dilaporkan tiba di Indonesia sejak Sabtu lalu. Meski demikian, kartu tersebut belum keluar dari Bea Cukai. Pemerintah berupaya membantu proses tersebut agar distribusi Kartu Nusuk dapat segera dilakukan.
Pelaksanaan haji 2026 Indonesia akan dimulai dalam waktu dekat. Jemaah dijadwalkan mulai memasuki asrama pada 21 April. Tahapan ini menjadi bagian awal dari jadwal keberangkatan haji.
Keberangkatan gelombang pertama akan dilakukan pada 22 April menuju Madinah. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Makkah. Gelombang kedua dijadwalkan berangkat pada 7 Mei melalui Jeddah.
Seluruh jemaah ditargetkan telah berada di Tanah Suci pada 21 Mei 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah haji yang terstruktur.
Puncak ibadah akan berlangsung pada 25 Mei dengan pergerakan menuju Arafah. Wukuf dijadwalkan pada 26 Mei. Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah dan Mina serta lempar jumrah.
Tahap pemulangan akan dimulai pada 1 Juni 2026. Gelombang pertama akan kembali melalui Jeddah menuju Indonesia. Kedatangan dijadwalkan pada hari yang sama.
Pemulangan berikutnya akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Juni. Proses ini termasuk pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah untuk gelombang kedua. Seluruh rangkaian dirancang untuk mendukung kelancaran haji 2026 Indonesia.