Beritagosip.com IMF dan Bank Dunia memulihkan hubungan dengan Venezuela sekaligus membuka peluang penyaluran dana ke negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia tersebut. Langkah IMF Bank Dunia Venezuela ini juga memperkuat legitimasi pemerintah sementara setelah Presiden Nicolas Maduro diculik, digulingkan, dan diadili oleh Amerika Serikat.
IMF menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pandangan negara anggota yang mewakili mayoritas kekuatan suara. Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva mengumumkan bahwa lembaga tersebut kini menjalin relasi IMF Venezuela dengan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Sementara Delcy Rodriguez. Pernyataan ini dirilis dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia yang berlangsung selama sepekan di Washington dan dihadiri ribuan pejabat pemerintah, ekonom, investor, serta pengamat.
Beberapa jam setelah pengumuman itu, pemerintah Venezuela mengonfirmasi pengakuan kembali hubungan dengan lembaga moneter yang membeku sejak 2019. Rodriguez menegaskan bahwa seluruh proses yang terkait dengan hak Venezuela di organisasi tersebut dinormalisasi kembali. Dalam beberapa hari sebelumnya, IMF meminta pandangan negara anggota terkait pengakuan terhadap kepemimpinan Rodriguez sebagai pemimpin sah.
Bank Dunia kemudian mengikuti langkah IMF dengan mengumumkan pemulihan hubungan resmi. Pengakuan IMF Bank Dunia Venezuela membuka jalan bagi pengumpulan data ekonomi secara resmi, pemberian nasihat teknis, serta kemungkinan dukungan keuangan Venezuela apabila diminta pemerintah. Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden hingga awal Januari. Setelah operasi malam hari oleh pasukan AS yang menculik Nicolas Maduro dan istrinya, Rodriguez ditunjuk sebagai presiden sementara.
Sejak saat itu, Washington meningkatkan tekanan agar Venezuela membuka ekonomi bagi investasi asing, terutama sektor energi. Henry Ziemer dari Center for Strategic and International Studies menyatakan bahwa pengakuan institusional ini melampaui hubungan personal dan menjadi langkah penting bagi legitimasi pemerintah Venezuela. Ia menilai proses tersebut penting untuk memperkuat citra kepemimpinan Rodriguez.
Hubungan antara lembaga keuangan internasional dan Venezuela memburuk pada Maret 2019 ketika IMF mengakui oposisi yang menguasai parlemen sebagai pemerintah sah. Secara finansial, relasi IMF Venezuela dan Bank Dunia bahkan telah melemah jauh sebelum konflik politik terjadi. Penilaian resmi terakhir IMF terhadap ekonomi Venezuela dilakukan pada 2004, sedangkan Caracas melunasi kewajiban kepada Bank Dunia pada 2007.
Pengakuan IMF dan Bank Dunia juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor swasta asing. Sinyal positif dari lembaga internasional dinilai penting untuk memulai aliran investasi langsung ke ekonomi Venezuela. Selain itu, Amerika Serikat mendorong keterlibatan yang lebih luas dengan pemerintahan Rodriguez. Washington bahkan melonggarkan sanksi terhadap Bank Sentral Venezuela beberapa hari sebelumnya.
Rodriguez menjadi perempuan pertama yang memimpin Venezuela. Meski mendapat dukungan dari pemerintah AS dan lembaga keuangan global, posisi jangka panjangnya belum pasti. Oposisi Venezuela menyerukan pemilihan presiden baru dengan merujuk pada konstitusi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa legitimasi pemerintah Venezuela masih menghadapi tantangan politik domestik meskipun dukungan internasional terus menguat.