Beritagosip.com Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Israel dipaksa menerima gencatan senjata Lebanon. Pernyataan ini menegaskan peran diplomasi Iran Lebanon dalam merespons konflik Israel Lebanon yang terus meningkat.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (17/4), Pezeshkian menyebut Israel dipaksa mengumumkan gencatan senjata Lebanon. Ia menilai langkah tersebut sebagai hasil dari diplomasi yang kuat. Pernyataan Presiden Iran Israel ini memperlihatkan posisi Iran kawasan dalam dinamika geopolitik yang berkembang.
Ia menegaskan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk menyerang Hizbullah dan wilayah lain di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan dengan menyoroti konflik Israel Lebanon yang melibatkan sekutu Iran di kawasan tersebut.
Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut upaya tersebut sebagai langkah serius dalam menjaga jalur diplomasi Iran Lebanon sekaligus mempertahankan martabat dan kebanggaan Iran.
Dalam pidatonya, ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak pernah berupaya memiliki senjata nuklir. Ia juga menekankan bahwa negaranya tidak menginginkan kekacauan atau terorisme di kawasan. Pernyataan ini memperkuat posisi Iran kawasan dalam upaya menjaga stabilitas regional melalui pendekatan diplomatik.
Iran disebut terus mengupayakan perdamaian sambil mempertahankan integritas wilayahnya secara bermartabat dan sesuai hukum. Pezeshkian menegaskan bahwa prinsip tersebut akan terus dijaga dan harus dipahami oleh pihak lain dalam konflik Israel Lebanon.
Ia juga menuduh Amerika Serikat dan Israel mendorong Iran serta kawasan lebih luas ke dalam konflik melalui tindakan terhadap tokoh militer, politisi, ilmuwan, dan mahasiswa. Tuduhan ini menjadi bagian dari narasi dalam konflik Israel Lebanon yang melibatkan berbagai aktor internasional.
Israel akhirnya menyepakati gencatan senjata Lebanon setelah melancarkan serangan udara selama beberapa hari. Serangan tersebut menargetkan Hizbullah yang menguasai wilayah selatan Lebanon dan menjadi sekutu Iran.
Sebelumnya, Iran menegaskan bahwa Lebanon harus masuk dalam kesepakatan gencatan senjata Lebanon yang disetujui Amerika Serikat selama dua pekan sejak 8 April. Namun, Israel tetap melanjutkan serangan dengan menentang kesepakatan tersebut sebelum akhirnya menerima gencatan.
Pengumuman gencatan senjata Lebanon disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyatakan bahwa Israel dan Lebanon sepakat menerapkan gencatan selama 10 hari mulai Kamis (16/4). Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Trump menyatakan bahwa kedua pemimpin telah menyepakati dimulainya gencatan senjata Lebanon secara resmi pada pukul 17.00 waktu setempat. Kesepakatan tersebut menjadi langkah terbaru dalam meredakan konflik Israel Lebanon yang melibatkan berbagai kepentingan regional dan internasional.