Beritagosip.com – Anak mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, mengalami insiden saat berada di Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4). Ia disiram cairan berwarna merah oleh seorang demonstran setelah menghadiri sebuah konferensi pers.
Reza Pahlavi terlihat tetap tenang meskipun terdapat noda merah di bagian belakang bahunya. Dalam rekaman yang beredar, ia tetap berjalan santai dan menyapa warga yang hadir di lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi setelah ia keluar dari Gedung Konferensi Pers Berlin. Di area luar gedung, sejumlah orang menggelar aksi demonstrasi. Beberapa di antaranya membawa foto Pahlavi dan bendera Iran sebelum Revolusi Islam.
Kunjungan Reza Pahlavi ke Jerman bersifat pribadi dan tidak melibatkan pertemuan resmi dengan pemerintah setempat. Ia disebut tengah berupaya menggalang dukungan internasional untuk perubahan politik di Iran.
Dalam konferensi pers, Reza Pahlavi menyampaikan kritik terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai diplomasi telah diberi cukup waktu, namun tidak menghasilkan perubahan signifikan.
Ia juga menyoroti situasi hak asasi manusia di Iran. Menurutnya, dalam dua pekan sebelumnya terdapat 19 tahanan politik yang dieksekusi serta 20 warga lain dijatuhi hukuman mati. Pernyataan tersebut digunakan untuk memperkuat seruannya terhadap perubahan sistem pemerintahan.
Setelah acara selesai, ia berjalan keluar didampingi pengawal. Saat menjawab pertanyaan seseorang, seorang individu dari belakang mendekat dan menyiramkan cairan merah ke punggungnya. Pengawal segera mengamankan pelaku.
Meski terkena cairan tersebut, Reza Pahlavi tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Ia tetap melanjutkan langkahnya dan bahkan sempat menyapa para pendukung yang berada di Berlin.
Reza Pahlavi merupakan putra dari Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang kehilangan kekuasaan dalam Revolusi Islam Iran tahun 1979. Sejak saat itu, ia menjalani kehidupan di pengasingan.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia aktif menyuarakan perubahan politik di Iran. Ia mendorong masyarakat untuk menentang pemerintahan saat ini dan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap tekanan internasional terhadap Iran.