Beritagosip.com Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Islamabad, Pakistan pada Jumat (24/4) waktu setempat. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melanjutkan upaya pembicaraan damai Iran AS yang sebelumnya sempat tertunda.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi kedatangan tersebut. Pengamanan diperketat di pusat kota Islamabad selama agenda berlangsung. Araghchi dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, di Hotel Serena. Lokasi ini sebelumnya digunakan dalam putaran awal negosiasi.
Dalam pernyataan di platform X, Araghchi menyebut kunjungannya juga mencakup Oman dan Rusia. Agenda utama adalah koordinasi bilateral serta konsultasi mengenai perkembangan regional. Fokus pembahasan termasuk upaya terbaru untuk menghentikan konflik yang masih berlangsung.
Meski membawa misi diplomatik, Iran ke Pakistan tetap menolak bertemu langsung dengan perwakilan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Araghchi hanya akan menyampaikan posisi negaranya melalui pihak Pakistan.
Situasi ini bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya dari Presiden AS, Donald Trump. Ia sempat menyebut Iran bersedia memenuhi sejumlah tuntutan yang diajukan Washington. Namun, rincian tawaran tersebut tidak pernah dijelaskan secara terbuka.
Di sisi lain, Gedung Putih melalui Karoline Leavitt menyampaikan bahwa utusan khusus AS dijadwalkan berangkat ke Pakistan. Steve Witkoff dan Jared Kushner disebut akan mencoba membuka jalur komunikasi dengan Iran. Pemerintah AS mengklaim masih melihat peluang kemajuan dalam negosiasi.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa Iran masih memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan. Ia menekankan pentingnya penghentian program senjata nuklir secara transparan dan terverifikasi. Pernyataan ini memperjelas posisi keras Washington dalam konflik Iran Amerika.
Sebelumnya, pembicaraan damai Iran AS putaran pertama telah dilakukan di Islamabad. Namun, rencana lanjutan pada 21 April gagal terlaksana. Iran menyatakan belum siap, sementara delegasi AS belum diberangkatkan.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan. Langkah ini dilakukan untuk memberi ruang tambahan bagi negosiasi. Meski demikian, perkembangan di lapangan menunjukkan minimnya kemajuan konkret.
Konflik Iran Amerika yang dimulai sejak 28 Februari terus memberikan dampak luas. Gangguan di Selat Hormuz menjadi salah satu efek signifikan. Jalur distribusi energi global terganggu, sehingga harga minyak mengalami kenaikan tajam.
Hingga saat ini, langkah Iran ke Pakistan belum menunjukkan hasil nyata dalam meredakan ketegangan. Absennya pertemuan langsung dengan AS menjadi indikasi bahwa proses diplomasi masih jauh dari kata selesai.