Beritagosip.com — NATO memberikan tanggapan atas keputusan Amerika Serikat yang berencana menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman. Aliansi tersebut kini meningkatkan komunikasi intensif dengan Washington untuk memahami langkah tersebut.
Juru bicara NATO, Allison Hart, menyampaikan bahwa koordinasi tengah dilakukan guna memperoleh gambaran rinci terkait kebijakan tersebut, terutama mengenai posisi kekuatan militer AS di kawasan Eropa.
“Kami bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan terkait postur kekuatan di Jerman,” ujar Hart melalui platform X, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Hart menilai keputusan ini menjadi sinyal kuat bagi negara-negara Eropa agar tidak terus bergantung pada kekuatan militer AS. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pertahanan guna menjaga stabilitas dan keamanan kolektif.
Menurutnya, negara-negara Eropa perlu mengambil peran lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan. Meski demikian, NATO tetap yakin terhadap kemampuan aliansi dalam membangun Eropa yang lebih kuat di dalam struktur NATO yang solid.
Langkah Pentagon menarik ribuan pasukan ini juga dipengaruhi oleh dinamika politik antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Sebelumnya, Merz melontarkan kritik terhadap strategi militer AS dalam konflik dengan Iran yang dinilai tidak memiliki arah penyelesaian yang jelas. Ia bahkan menyebut posisi AS dalam perundingan terlihat melemah di hadapan Iran.
Menanggapi kritik tersebut, Trump menyatakan tengah mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman. Kebijakan ini mencerminkan ketegangan dalam hubungan transatlantik, terutama terkait pendekatan terhadap Teheran.
Penarikan pasukan ini dinilai menjadi fase baru dalam hubungan antara AS dan Eropa pada 2026. Kondisi ini juga memperkuat dorongan bagi negara-negara Eropa untuk mempercepat pengembangan serta modernisasi kekuatan militer secara mandiri.