Beritagosip.com Sertifikat mualaf Richard Lee dicabut oleh pihak Mualaf Centre Indonesia setelah muncul kisruh dengan Doktif. Namun, status keislaman Richard Lee tetap diakui.
Pendakwah sekaligus pengurus Mualaf Centre Indonesia, Hanny Kristianto, menjelaskan keputusan tersebut. Ia menegaskan pencabutan hanya berlaku pada dokumen, bukan status agama.
Ia menyampaikan bahwa sertifikat mualaf Richard Lee dicabut karena berpotensi digunakan dalam polemik hukum. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.
“Status mualaf tidak dicabut. Yang dicabut hanya sertifikatnya,” ujar Hanny dalam keterangannya.
Hanny menyoroti penggunaan dokumen tersebut oleh pihak kuasa hukum. Mereka menyebut memiliki bukti bahwa Richard Lee masuk Islam pada 5 Ramadan 2025 atau 5 Maret 2025.
Ia menilai sertifikat tersebut seharusnya digunakan untuk kebutuhan administrasi. Salah satunya untuk perubahan data agama pada KTP.
Ketika dokumen itu akan digunakan dalam proses hukum, Hanny mengambil langkah tegas. Ia mencabut sertifikat untuk menghindari keterlibatan dalam konflik.
Langkah tersebut juga dipengaruhi polemik publik. Samira Farahnaz atau Doktif sempat menuding Richard mempermainkan agama Islam. Tuduhan itu memicu perdebatan luas.
Hanny menegaskan fungsi utama sertifikat mualaf. Dokumen tersebut menjadi bukti administratif yang penting bagi mualaf.
Ia mencontohkan kasus mualaf yang meninggal tanpa perubahan data agama. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses pemakaman sesuai keyakinan.
Menurutnya, penggunaan sertifikat dalam persidangan tidak sesuai tujuan awal. Hal itu berpotensi menyeret pengurus lembaga ke ranah hukum.
Karena itu, ia memutuskan mencabut dokumen tersebut. Ia menyatakan sertifikat tidak lagi berlaku.
Hanny juga menjadi saksi saat Richard Lee memeluk Islam. Proses tersebut berlangsung pada 6 Maret 2025 dengan bimbingan Derry Sulaiman dan Felix Siauw.
Namun, ia mempertanyakan status agama di KTP Richard. Data tersebut masih tercatat sebagai Katolik hingga saat ini.
Pihak Richard Lee memberikan tanggapan atas keputusan tersebut. Mereka menyatakan menerima langkah yang diambil Mualaf Centre Indonesia.
Dalam pernyataan resmi, pihaknya menekankan bahwa keyakinan bersifat pribadi. Hal tersebut tidak bergantung pada dokumen semata.
Mereka menyebut Richard tetap fokus menjalani kehidupan dengan nilai positif. Ia juga berupaya memberikan manfaat bagi orang lain.
Pernyataan tersebut menutup respons terkait isu sertifikat mualaf Richard Lee dicabut.