Beritagosip.com – Harga minyak dunia anjlok ke bawah US$100 per barel pada Rabu (6/5). Penurunan terjadi setelah Amerika Serikat memberi sinyal akhir konflik dengan Iran.
Data dari oilprice.com menunjukkan penurunan tajam. Harga Brent berjangka turun 10 persen ke US$98 per barel. WTI jatuh lebih dari 12 persen ke sekitar US$89 per barel.
Kedua acuan global ini sempat berada di bawah US$100 pada akhir April. Harga kemudian naik karena konflik Timur Tengah memanas.
Gedung Putih menyatakan operasi tempur terhadap Iran telah selesai. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (5/5) waktu AS.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut target operasi sudah tercapai. Ia menegaskan fokus kini beralih ke langkah berikutnya.
“Operasi itu sudah selesai. Kami menuntaskan tahap tersebut. Tujuan utama telah tercapai,” ujar Rubio.
Ia menjelaskan prioritas baru adalah membuka kembali Selat Hormuz. Jalur itu masih diblokade Iran hingga saat ini.
Rubio merujuk pada Project Freedom dari Presiden Donald Trump. Program ini bertujuan mengawal kapal niaga di kawasan tersebut.
“Itulah yang kami jalankan sekarang. Perkembangan selanjutnya masih belum pasti,” tambahnya.
Pekan lalu, pemerintah AS memberi tahu Kongres tentang status perang. Konflik disebut telah dihentikan setelah melewati ambang 60 hari.
Namun, Presiden Donald Trump belum menutup opsi serangan lanjutan. Langkah itu bisa diambil jika negosiasi gagal.
Harga minyak dunia anjlok mencerminkan reaksi pasar atas situasi ini. Investor menilai risiko geopolitik mulai mereda.