Beritagosip.com Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan usulan Tunjangan beras PNS akan disalurkan kembali melalui skema beras natura.
Rizal mengusulkan agar aparatur negara seperti TNI, Polri, hingga aparatur sipil negara atau ASN kembali menerima jatah beras natura dari pemerintah. Usulan tersebut muncul di tengah kondisi stok beras Bulog yang sedang melimpah.
Usulan Tunjangan beras PNS itu disampaikan sebagai salah satu strategi untuk mempercepat distribusi cadangan beras pemerintah atau CBP. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan di pasar sehingga harga beras tetap terkendali sesuai harga eceran tertinggi atau HET.
“Kalau memang dapat restu, dulu-dulu kita TNI, Polri maupun ASN tuh dapat (beras) natura. Mumpung beras Bulog itu berlimpah kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu,” ujar Rizal di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).
Beras natura merupakan skema pemberian beras dalam bentuk barang yang dijadikan bagian dari tunjangan maupun fasilitas pegawai negara.
Pada masa lalu, skema tersebut cukup umum diterapkan pemerintah. Sebagian kebutuhan pangan anggota TNI, Polri, hingga pegawai negeri dipenuhi lewat distribusi langsung beras dari gudang pemerintah.
Menurut Rizal, opsi tersebut kembali relevan karena stok beras Bulog saat ini berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi itu membuat percepatan distribusi perlu dilakukan agar stok tidak terus menumpuk di gudang.
Ia menjelaskan Bulog kini sedang menjalankan strategi distribusi secara luas dengan melibatkan unsur pemerintah dan swasta melalui pola koordinasi pentahelix.
“Penyaluran beras itu melibatkan seluruh stakeholder pemerintah. Contoh umpamanya penyaluran beras SPHP kami libatkan TNI, Polri, Pemda, kemudian teman-teman pengusaha bahkan sampai dengan ritel-ritel modern, Alfamart, Indomaret, termasuk RPK-RPK (Rumah Pangan Kita) yang kita miliki,” jelasnya.
Program SPHP selama ini menjadi salah satu instrumen utama Bulog dalam menyalurkan beras medium kepada masyarakat melalui jaringan distribusi resmi agar harga di tingkat konsumen tidak melonjak.
Namun, dengan stok beras yang kini mencapai sekitar 5,2 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, Bulog menilai perlu ada terobosan tambahan agar distribusi beras dapat berjalan lebih cepat ke pasar maupun kelompok penerima lain.
Rizal menegaskan jika usulan Tunjangan beras PNS tersebut disetujui, maka jenis beras yang akan disalurkan merupakan beras medium produksi Bulog.
“Berasnya medium,” kata Rizal.
Sampai saat ini, usulan tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah. Meski begitu, Bulog memberi sinyal bahwa opsi distribusi nonpasar perlu diperluas agar stok beras nasional yang melimpah tidak berubah menjadi beban penyimpanan di tengah tingginya produksi padi nasional.