Beritagosip.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan keberhasilan pasukan negaranya menguasai Kastil Beaufort di wilayah Lebanon selatan pada Senin (1/6).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Israel melancarkan operasi yang semakin dalam ke wilayah Lebanon dalam upaya menghadapi kelompok Hizbullah.
Dalam pesan video yang dirilis kepada publik, Netanyahu menyebut penguasaan Kastil Beaufort sebagai momen penting dalam strategi militer yang sedang dijalankan Israel.
Ia mengatakan pasukan Israel kembali ke Beaufort dengan kondisi yang lebih kuat, bersatu, dan memiliki tekad yang besar dibandingkan sebelumnya.
Menurut Netanyahu, keberhasilan merebut Kastil Beaufort menjadi perubahan signifikan dalam kebijakan militer Israel. Ia menegaskan bahwa negaranya kini mengambil inisiatif operasi di berbagai wilayah konflik.
Ia juga menyebut Israel saat ini aktif menjalankan operasi di Suriah, Gaza, dan Lebanon sebagai bagian dari strategi keamanan yang lebih luas.
Sebelumnya, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menguasai Kastil Beaufort yang memiliki sejarah panjang sekitar 900 tahun serta punggung bukit strategis di Lebanon selatan pada Minggu.
Keberhasilan tersebut dianggap sebagai kemajuan penting dalam operasi melawan Hizbullah Lebanon, meskipun kedua pihak sebelumnya telah menjalani masa gencatan senjata selama enam pekan.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut berfokus pada penguasaan Punggung Bukit Beaufort dan kawasan Wadi al-Saluki. Selain itu, operasi juga ditujukan untuk melemahkan kekuatan Hizbullah beserta infrastruktur yang berada di wilayah tersebut.
Pihak militer Israel menuduh sejumlah fasilitas di kawasan itu dibangun dengan dukungan dan arahan dari Iran.
Dalam operasi tersebut, satu tentara Israel dilaporkan tewas saat menjalankan tugas di medan pertempuran.
Netanyahu kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi darat di Lebanon sebagai bagian dari upaya menghadapi kelompok Hizbullah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam dan memperluas kendali Israel atas wilayah yang sebelumnya berada di bawah pengaruh Hizbullah Lebanon.
Konflik antara kedua pihak masih terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata. Hizbullah diketahui tetap melancarkan serangan menggunakan drone kamikaze berbiaya rendah yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara.
Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sejumlah personel militer Israel yang bertugas di Lebanon selatan.
Sebelumnya, pasukan Israel telah menguasai wilayah hingga Sungai Litani. Namun kini, operasi bergerak lebih jauh ke arah utara menuju Sungai Zaharani yang berjarak sekitar 10 kilometer dari posisi sebelumnya.
Sebagai bagian dari operasi yang terus berkembang, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga yang tinggal di wilayah selatan Sungai Zaharani.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Lebanon melaporkan bahwa delapan orang meninggal dunia akibat serangan udara yang menghantam Desa Deir El Zahrani pada Sabtu malam.
Sepanjang Minggu, sumber keamanan Lebanon dan media pemerintah setempat mencatat lebih dari 40 serangan dilancarkan militer Israel di kawasan Lebanon selatan.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa operasi Israel di Lebanon masih terus berlanjut dengan intensitas tinggi, sementara situasi keamanan di wilayah perbatasan tetap berada dalam kondisi yang sangat tegang.