Beritagosip.com Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan tidak ada ruang negosiasi untuk menghentikan program makan bergizi gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan sejumlah pihak dalam aksi demonstrasi.
Menurut Qodari, program makan bergizi gratis merupakan bagian dari kontrak politik Presiden Prabowo Subianto saat masa kampanye hingga sebelum terpilih sebagai kepala negara. Karena itu, program tersebut wajib direalisasikan sesuai komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat.
“Pada titik itu saya mau kasih konteks, bahwa yang namanya MBG enggak bisa Anda langsung minta berhenti. Karena itu adalah visi misi dan kontrak politiknya Pak Prabowo,” ujar Qodari dalam wawancara program Inside Politics With Diana Valencia di CNN Indonesia, Rabu (17/6).
Muhammad Qodari membagi pandangan penolakan terhadap program makan bergizi gratis ke dalam dua kelompok, yaitu aspek politik dan aspek teknokratis. Untuk kategori politik, ia menilai tidak tersedia ruang kompromi terkait keberlangsungan program tersebut.
“Untuk yang bersifat politik, menurut saya tidak ada ruang negosiasi di situ. Salah besar menurut saya kalau meminta Prabowo menghentikan program itu,” katanya.
Qodari menjelaskan bahwa menghentikan program makan bergizi gratis sama saja dengan meminta Presiden Prabowo untuk tidak menjalankan janji kampanye yang telah disampaikan kepada publik.
Ia juga mengingatkan pihak yang menolak MBG Prabowo agar tidak hanya melihat kepentingan pribadi. Menurutnya, terdapat sekitar 90 juta masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan kepada Prabowo beserta visi, misi, dan program kerjanya.
“Jangan hanya lihat diri anda sendiri yang menolak MBG. Lihatlah 90 juta masyarakat Indonesia yang memilih Pak Prabowo. Satu paket dengan program kerjanya, visi misinya,” kata Qodari.