Beritagosip.com – Ekspansi likuiditas BI kembali ditingkatkan oleh Bank Indonesia hingga mencapai Rp1.000 triliun pada akhir Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasar uang dan pasar valuta asing di tengah dinamika perekonomian.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan bank sentral akan terus memastikan ketersediaan likuiditas di pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter yang dimiliki.
Menurut Destry, Bank Indonesia berkomitmen menjaga kondisi likuiditas tetap memadai agar aktivitas di pasar keuangan berjalan stabil dan tidak mengalami tekanan berlebihan.
Ia menjelaskan bahwa pada akhir Mei 2026, ekspansi likuiditas BI tercatat sekitar Rp600 triliun. Memasuki akhir Juni, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp1.000 triliun.
Peningkatan nilai ekspansi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan pasar keuangan domestik, khususnya di pasar uang dan pasar valuta asing.
Destry menegaskan bahwa tambahan likuiditas bertujuan mencegah munculnya gejolak harga yang dapat memengaruhi kondisi pasar uang maupun pergerakan nilai tukar di pasar valas.
Selain memperbesar ekspansi likuiditas BI, Bank Indonesia juga menerapkan kebijakan moneter melalui kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin dalam satu bulan terakhir.
Dengan penyesuaian tersebut, suku bunga acuan kini berada di level 5,75 persen. Kebijakan itu dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap arus modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik.
Hingga 26 Juni 2026, aliran modal asing atau capital inflow yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah mencapai sekitar US$9 miliar.
Bank Indonesia berharap kombinasi kebijakan peningkatan likuiditas dan penyesuaian suku bunga dapat menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat nilai tukar rupiah, serta mendukung kondisi ekonomi nasional di tengah tantangan global.