Beritagosip.com – Sebuah tragedi menimpa seorang bocah berusia 12 tahun yang menjadi korban serangan harimau Sumatra di Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Selasa dini hari, tepatnya tanggal 7 Juli 2024, di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) yang berlokasi di Desa Sungai Ara.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, korban diserang harimau sekitar pukul 04.30 WIB saat berada di luar kamar mandi camp pekerja. Saat itu, bocah tersebut sedang menemani kakaknya dalam mencuci peralatan makan di fasilitas kamar mandi camp. Harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang rusak tiba-tiba menyerang dan menyeret korban.
Tim penyelidik menemukan korban sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka parah di bagian leher kiri dan kanan. Lokasi kejadian ini terletak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan sekitar 5,7 kilometer dari area Restorasi Ekosistem Riau (RER), masih dalam wilayah administratif Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.
Dalam upaya mengidentifikasi predator tersebut, tim BBKSDA melakukan pengukuran dan analisis jejak harimau yang ditemukan. Jejak yang teridentifikasi memiliki ukuran panjang sekitar 16 cm dan lebar 15 cm dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang mencapai 120 cm, yang mengindikasikan keberadaan harimau Sumatra di sekitar area camp pekerja.
Merespons peristiwa tragis ini, BBKSDA Riau telah mengambil langkah-langkah preventif yang terukur. Tim lembaga konservasi tersebut memasang perangkat kamera jebak (camera trap) di berbagai lokasi sekitar area kejadian untuk memantau aktivitas dan pergerakan harimau. Supartono menyampaikan bahwa tim sedang terus melakukan pemasangan dan monitoring kamera jebak guna mengumpulkan data mengenai keberadaan harimau di wilayah tersebut.
Dalam mengantisipasi insiden serupa di masa depan, BBKSDA Riau mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang melakukan aktivitas di sekitar habitat harimau Sumatra. Imbauan utama yang disampaikan adalah meningkatkan tingkat kewaspadaan, menghindari aktivitas sendirian, khususnya pada waktu malam hingga dini hari ketika harimau paling aktif berburu.
Supartono menekankan bahwa BBKSDA Riau berkomitmen melanjutkan upaya penanganan dengan pendekatan terukur bersama semua pihak terkait. Strategi ini dirancang untuk tetap mengutamakan keselamatan manusia sambil mempertahankan komitmen terhadap pelestarian harimau Sumatra, yang merupakan satwa langka dan dilindungi di Indonesia. Keseimbangan antara perlindungan manusia dan konservasi satwa liar menjadi fokus utama dalam penanganan situasi ini ke depannya.