Beritagosip.com – Peristiwa kekerasan mengguncang festival jalanan terbesar budaya Latin di Kanada ketika dua pelaku melepaskan tembakan di festival Salsa on St. Clair, Toronto, Sabtu (11/7). Insiden tersebut merenggut nyawa dua orang dan melukai empat orang lainnya dengan total enam orang tertembak.
Penembakan terjadi di tengah keramaian 13 ribu pengunjung festival yang berkumpul untuk merayakan budaya Latin dan musik salsa. Wakil Kepala Layanan Kepolisian Toronto Frank Barredo melaporkan dalam konferensi pers bahwa dua korban meninggal adalah laki-laki, sementara empat korban lainnya menderita luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.
Investigasi awal menunjukkan bahwa penembakan merupakan hasil dari pertukaran tembak-menembak antara dua individu yang saling menyasar satu sama lain tanpa mempertimbangkan keselamatan pengunjung festival yang banyak. Kedua pelaku dilaporkan masih buron saat laporan polisi dikeluarkan.
Polisi berhasil mengidentifikasi tiga lokasi sebagai tempat kejadian perkara dan mengamankan dua senjata api di tempat kejadian. Barredo menyatakan bahwa tidak ada ancaman berkelanjutan terhadap masyarakat umum pada waktu konferensi pers diadakan.
Tim penyidik langsung memasang garis keamanan di seluruh area festival dan melakukan investigasi terhadap kejadian yang mengguncang festival yang telah menjadi tradisi tahunan selama 22 tahun di lokasi yang sama.
Rekaman video dari media CTV menampilkan pengunjung festival berlarian menjauh dari lokasi penembakan yang telah diblokir dengan pita kuning. Puluhan kendaraan polisi berwarna hitam, mobil patroli, kendaraan taktis berlapis baja, dan ambulans terlihat bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Seorang jurnalis CP24 yang kebetulan menghadiri festival tersebut, Joanna Lavoie, menceritakan bahwa suasana festival berubah menjadi chaos yang menakutkan setelah suara tembakan terdengar. Lavoie menyaksikan langsung seorang wanita yang diduga tertembak mengalami luka parah.
Pengunjung lain bernama Valerie Rodriguez menceritakan pengalaman menakutkan ketika ia sedang duduk di depan sebuah restoran. Rodriguez mendengarkan jeritan kemudian melihat pengunjung lain berlarian panik. Sekelompok orang mengambil inisiatif menyuruhnya dan orang-orang sekitarnya untuk berbaring di lantai.
Polisi melaporkan berhasil mengamankan lokasi sekitar satu jam setelah penembakan dimulai. Namun otoritas terus memberikan himbauan kepada publik untuk menjauh dari area pusat kota yang masih menjadi lokasi investigasi.
Wali Kota Toronto Olivia Chow mengecam aksi penembakan tersebut sebagai tindakan kekerasan yang tidak bertanggung jawab dan kejam di tengah festival yang ramai dengan pengunjung. Chow berjanji bahwa pemerintah kota akan memberikan semua sumber daya yang diperlukan kepada polisi untuk menemukan para tersangka.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney turut mengutarakan rasa kelihatan dan duka atas peristiwa tragis tersebut. Carney menyatakan doa-doanya menyertai keluarga korban yang meninggal dan semua orang yang terdampak oleh insiden mengerikan ini.
Kurang dari tiga minggu sebelumnya, Kanada juga mengalami penembakan massal di Montreal di mana seorang pria bersenjata melakukan pembunuhan. Baku tembak berikutnya dengan polisi menghasilkan dua korban meninggal di siang bolong dan menandai pertama kalinya seorang petugas polisi Montreal tewas dalam dua dekade terakhir.
Meskipun Kanada memiliki undang-undang senjata yang jauh lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat, kekerasan dengan senjata masih tetap menjadi ancaman nyata. Setelah penembakan paling mematikan di Nova Scotia pada 2020 yang menewaskan 22 orang, pemerintah Kanada memberlakukan reformasi besar-besaran dan melarang senjata jenis assault-style.