Beritagosip.com – Rencana peluncuran konsol generasi terbaru dari perusahaan pembuat perangkat hiburan elektronik terkemuka mengalami penundaan waktu yang signifikan. Menurut laporan yang beredar, jadwal peluncuran yang sebelumnya direncanakan untuk awal tahun 2027 kini diperkirakan akan tertunda hingga tahun 2028 atau bahkan lebih lama lagi.
Jika penundaan ini terbukti nyata, perusahaan pembuat konsol tersebut akan menyimpang dari pola yang telah konsisten selama beberapa dekade terakhir, di mana siklus peluncuran konsol baru dilakukan setiap tujuh tahun sekali. Faktor utama yang menjadi penyebab keterlambatan ini adalah kelangkaan komponen memori komputer yang memiliki lebar pita tinggi di pasar global.
Komponen krusial ini sangat dibutuhkan untuk sistem permainan generasi mendatang. Kelangkaan komponen memori ini terjadi karena tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan dan pusat penyimpanan data digital. Kedua sektor industri ini bersaing memperebutkan pasokan komponen yang sama yang juga dibutuhkan oleh industri permainan konsol.
Kelangkaan ini berpotensi menggerakkan biaya produksi konsol terbaru ke angka yang lebih tinggi dan memaksa perusahaan pembuat untuk mengurangi beberapa spesifikasi perangkat keras. Kemungkinan pengurangan mencakup kapasitas memori akses acak pada konsol. Laporan ini juga menyoroti tekanan persaingan dari berbagai perangkat permainan kelas atas yang mulai masuk ke pasar.
Perangkat-perangkat tersebut termasuk mesin permainan genggam buatan perusahaan pembuat software valve yang dibanderol mulai 1.049 dolar Amerika. Selain itu ada perangkat hibrida yang menggabungkan komputer pribadi dan fungsi konsol dari perusahaan teknologi raksasa dengan harga di atas 1.000 dolar Amerika.
Sebagai tanggapan atas tekanan persaingan tersebut, perusahaan pembuat konsol dikabarkan akan mengadopsi strategi penetapan harga yang lebih terjangkau untuk konsol generasi terbaru. Perkiraan banderol berkisar sekitar 750 dolar Amerika, yang berarti lebih murah dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya di pasar.
Selain merilis konsol utama generasi terbaru, laporan tersebut menyebutkan perusahaan pembuat konsol berencana memperluas jajaran produk dengan dua pilihan tambahan. Pertama adalah perangkat genggam portabel yang dirancang untuk pengalaman bermain game saat bepergian. Kedua adalah varian konsol dengan harga lebih terjangkau yang dikemas dengan fitur yang lebih sederhana, dengan kisaran harga berkisar 350 hingga 500 dolar Amerika, menargetkan segmen konsumen dengan anggaran permainan yang lebih terbatas.
Laporan ini juga menyebut bahwa perusahaan pembuat konsol berencana menghentikan dukungan terhadap media penyimpanan fisik mulai tahun 2028 dan beralih sepenuhnya ke ekosistem penyimpanan digital. Strategi ini sejalan dengan tren industri yang semakin bergerak menjauh dari media fisik tradisional.
Mengenai strategi penetapan harga jangka panjang, perusahaan pembuat konsol dilaporkan berpotensi menjual konsol dengan margin keuntungan yang sangat tipis atau bahkan mengalami kerugian per unit. Perusahaan kemudian menutup kerugian tersebut melalui penjualan judul permainan, layanan berlangganan bulanan, dan konten digital lainnya. Model bisnis ini merupakan praktik standar yang telah lama diterapkan oleh produsen konsol permainan.