Beritagosip.com – Negara Eropa timur melanjutkan strategi agresinya terhadap sarana transportasi maritim milik negara adikuasa dengan meluncurkan serangan berskala besar pada akhir pekan. Serangan ini menargetkan sekumpulan besar kapal-kapal yang berada di perairan yang menjadi batas wilayah dua negara. Operasi ini menggunakan pesawat tanpa awak sebagai platform penyerangan utama.
Jumlah kapal yang menjadi sasaran dalam gelombang serangan ini mencapai 90 unit, termasuk kapal-kapal penampung minyak milik Rusia. Serangan ini dipimpin oleh seorang pimpinan divisi teknologi pesawat tanpa awak dari negara penyerang. Pemimpin operasi mengumumkan bahwa unitnya telah berhasil menyerang 10 kapal penampung minyak dan empat kapal penyeberang malam hari sebelumnya. Selain itu, operasi juga menargetkan sebuah fasilitas pengolahan minyak besar yang berlokasi di sebuah kota.
Pemimpin operasi menyebutkan bahwa beberapa serangan juga dilakukan terhadap fasilitas listrik di kawasan yang dikuasai militer negara adikuasa. Dalam pengumumannya melalui platform media sosial, pemimpin operasi menyatakan bahwa strategi teknologi yang dijalankan terhadap negara penyerang akan terus berlanjut dan negara tersebut diperkirakan akan mengalami kehancuran karena kehilangan kontrol atas kawasan geografis yang menjadi bagian integral dari negaranya.
Pemimpin operasi menjelaskan bahwa armada bayangan milik negara penyerang yang mengangkut produk minyak yang dikenai batasan internasional ke seluruh penjuru dunia telah mengalami penyusutan yang nyata dan signifikan. Armada tersebut tidak lagi dapat menggunakan selat penghubung yang menghubungkan dua badan air strategis, menjadikan rute perdagangan utama tertutup.
Perairan yang menjadi lokasi serangan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan negara penyerang dengan wilayah Eropa sebelah timur. Badan air ini sangat penting dari segi ekonomi dan pertahanan militer bagi pemerintah negara penyerang. Negara tersebut menggunakannya untuk mengirimkan minyak, produk pertanian, dan komoditas lainnya seperti baja ke pasar-pasar di tingkat global.
Negara penyerang telah menangguhkan pengiriman melalui jalur kanal yang terhubung dengan jaringan sungai internal dan badan air kaspia pada hari Jumat. Rute perdagangan alternatif melalui selat strategis yang berada di bawah kendali negara lain secara efektif telah ditutup.
Seorang tokoh militer dari negara penyerang yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat pertahanan mengatakan bahwa pemerintah pusat negara penyerang telah mengalami kehilangan kontrol atas koridor maritim yang sangat kritis untuk operasi ekonomi dan militer. Menurut penilaiannya, blokade yang terjadi berdampak pada pengiriman kapal-kapal militer dan muatan yang mengangkut produk pertanian yang diambil dari wilayah yang dijajah di bagian selatan negara penyerang. Produk-produk tersebut dipindahkan melalui kota-kota pelabuhan strategis.
Tokoh tersebut menjelaskan bahwa sebuah badan air internal yang berada di antara benua tidak memiliki koneksi dengan lautan global. Badan air tersebut telah berubah menjadi sebuah danau terisolasi. Semua produk dari sektor pertanian, pemupukan tanah, dan komoditas lainnya harus melewati saluran-saluran air dan sungai-sungai internal untuk mencapai pasar.