Beritagosip.com – Penyanyi idola Korea Selatan Karina dari grup aespa baru-baru ini membagikan pengalaman pribadinya mengenai perjalanan penurunan berat badan yang ekstrem. Dalam sebuah tayangan variety show populer JTBC berjudul “Please Take Care of My Refrigerator”, Karina menceritakan bagaimana dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 4 kilogram (kg) hanya dalam waktu satu hari penuh.
Pengungkapan ini terjadi saat kulkas milik Karina ditampilkan kepada para penonton dan koki profesional di acara tersebut. Penonton terkejut melihat kulkas Karina penuh dengan berbagai macam bahan makanan segar berkualitas tinggi, yang kemudian menjadi topik perbincangan hangat di antara para pembawa acara.
Karina menjelaskan bahwa dirinya memiliki tipe tubuh yang sangat sensitif terhadap fluktuasi berat badan. Dia mengungkapkan bahwa tubuhnya mampu menambah berat badan sebanyak 4 kg dalam waktu satu hari, namun juga memiliki kemampuan yang sama untuk menurunkannya dalam periode waktu yang identik.
Ketika ditanyakan bagaimana metode yang dia gunakan untuk mencapai penurunan berat badan yang sangat cepat tersebut, Karina menjelaskan dengan detail proses yang dia jalani. Metodenya melibatkan olahraga yang sangat intensif dengan durasi mencapai 5 hingga 6 jam tanpa henti. Selama sesi olahraga maratonis itu, dia meningkatkan suhu ruangan dengan pemanas dan mengenakan pakaian berlapis seperti legging, hoodie, dan jaket tebal untuk memaksimalkan keluarnya keringat.
Pengalaman yang paling dramatis adalah Karina berlari terus-menerus hingga 100 lagu selesai diputar, sebuah strategi untuk menjaga konsistensi dan motivasi selama berolahraga. Setelah menyelesaikan sesi olahraga yang sangat berat tersebut, Karina melanjutkan rutinitas dengan mandi air hangat selama kurang lebih satu jam untuk mendinginkan tubuh. Hasilnya, berat badannya turun drastis mencapai angka 4 kg.
Pembawa acara Ahn Jung-hwan, yang memiliki latar belakang di bidang olahraga, berkomentar bahwa metode yang digunakan Karina sangat mirip dengan teknik yang diterapkan oleh para atlet profesional. Menurutnya, mekanisme dibalik penurunan berat badan yang spektakuler tersebut sebenarnya adalah pengeluaran air tubuh melalui keringat yang berlebihan.
Mitos umum yang beredar di masyarakat adalah bahwa berkeringat banyak secara langsung menyebabkan pembakaran lemak dan penurunan berat badan permanen. Namun, penelitian medis menunjukkan bahwa anggapan ini tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Menurut publikasi Medical News Today, keringat memang dapat menghasilkan penurunan berat badan yang terlihat ketika seseorang ditimbang, namun penurunan ini sifatnya hanya sementara.
Komposisi keringat yang dihasilkan tubuh terdiri atas 99 persen air murni dan sisanya berupa karbonat, elektrolit, protein, serta urea. Ketika seseorang berkeringat dalam jumlah besar, kehilangan air melalui permukaan kulit yang luas ini mengakibatkan penurunan angka timbangan. Namun, begitu seseorang mengonsumsi minuman dan makanan untuk menghidrasi ulang tubuhnya, berat badan akan kembali pada posisi semula atau bahkan lebih tinggi.
Hal yang juga perlu dipahami adalah bahwa energi yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat untuk memproduksi keringat dalam jumlah besar sebenarnya sangat minimal. Artinya, meskipun seseorang berkeringat dengan sangat banyak, jumlah kalori yang terbakar tidak akan signifikan dibandingkan dengan energi yang dihasilkan dari olahraga itu sendiri.
Untuk menurunkan berat badan secara permanen dan sehat, seseorang perlu menciptakan defisit kalori dengan membakar lebih banyak kalori melalui aktivitas dan olahraga dibandingkan kalori yang dikonsumsi melalui makanan dan minuman setiap harinya. Lembaga kesehatan Amerika CDC merekomendasikan target penurunan berat badan yang dianggap aman dan berkelanjutan adalah sekitar 0,5 hingga 1 kg per minggu saja.
Untuk mencapai target penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan, CDC merekomendasikan pendekatan holistik. Pertama-tama, identifikasi hambatan yang membuat penurunan berat badan sulit dilakukan, lalu cari solusi kreatif untuk mengatasinya. Kedua, buatlah rencana yang realistis dengan menetapkan target jangka pendek yang dapat dicapai.
Ketiga, fokus pada konsumsi makanan bergizi dengan memperbanyak asupan sumber makanan nabati yang diproses secara minimal. Keempat, tingkatkan aktivitas fisik secara bertahap dengan menargetkan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu. Kelima, pastikan diri tidur berkualitas setidaknya 7 jam setiap malam untuk mendukung metabolisme tubuh.
Banyak metode penurunan berat badan yang beredar di tengah masyarakat, namun pendekatan yang paling bijaksana adalah memilih konsep penurunan berat badan yang berkelanjutan dan aman bagi kesehatan jangka panjang. Gaya hidup sehat adalah komitmen jangka panjang yang perlu dipraktikkan secara konsisten, bukan sekadar tren sesaat untuk tampil sempurna di acara spesifik.