Beritagosip.com – Nama gelandang berkebangsaan Belanda yang memiliki latar belakang keluarga Indonesia, Tijjani Reijnders, kini menjadi sorotan seiring dengan kabar pemindahan klub yang sedang menjadi pembicaraan hangat. Manchester City, klub tempatnya bermain, nampaknya sedang menyusun strategi untuk mengalihkan pemain ini ke klub lain.
Mengutip laporan dari SportBible, Reijnders tidak lagi menjadi bagian dari proyek kepelatihan yang sedang dijalankan oleh Enzo Maresca. Meski statusnya masih terikat kontrak hingga tahun 2030 setelah bergabung musim panas lalu, pelatih asal Italia ini tengah mengidentifikasi kebutuhan akan gelandang dengan kualitas berbeda.
Fokus Maresca saat ini terarah pada kemampuan gelandang asal Argentina bernama Enzo Fernandez. Perkembangan negosiasi antara Maresca dan klub Chelsea dilaporkan sudah mencapai tahap yang cukup maju menuju kesepakatan.
Reijnders pada awalnya adalah ajudan Pep Guardiola, pelatih Manchester City sebelum Maresca. Guardiola memiliki harapan tinggi terhadap potensi pemain yang dibawanya, namun ekspektasi tersebut sayangnya tidak terpenuhi dengan baik.
Catatan performa pemain berusia 28 tahun ini menunjukkan bahwa ia hanya dikonstituisikan sebagai pemain awal dalam 34 pertandingan dari total 50 match yang dimainkan sepanjang musim kompetisi terdahulu. Fakta ini menjadi alasan mendasar mengapa isu kepergian Reijnders mulai mencuat saat periode transfer musim panas dimulai.
Beberapa klub telah menunjukkan minat untuk mengakuisisi jasa pemain tersebut, dan yang paling serius adalah Al Qadsiah dari Saudi Pro League. Manajemen klub Arab Saudi ini dinyatakan siap menyanggupi biaya transfer yang diminta oleh sisi Man City.
Menurut pendapat dari ahli transfer Fabrizio Romano, Al Qadsiah telah menunjukkan kesediaan untuk mengganti pemain dengan nilai sebesar 60 juta pound sterling, setara dengan kisaran Rp1,4 triliun. Dana hasil transfer ini akan dialokasikan untuk merekrut Enzo Fernandez sebagai gantinya.
Nottingham Forest juga pernah mencuat sebagai klub yang menunjukkan ketertarikan terhadap kemampuan Reijnders. Namun, penawaran finansial yang dihadirkan klub Inggris tersebut tidak sebanding dengan yang disodorkan Al Qadsiah. Oleh sebab itu, pihak klub The Citizens menempatkan Al Qadsiah sebagai pilihan prioritas dalam negosiasi transfer.
Akhirnya, keputusan akhir mengenai masa depan karir Reijnders sepenuhnya berada di tangan pemain sendiri. Pilihan yang dihadapi sangat beragam: tetap bertahan di Manchester City dengan kemungkinan berkurang jam bermainnya, menerima penawaran dari Nottingham Forest dengan remunerasi lebih rendah, atau meraih kesempatan finansial yang jauh lebih menguntungkan dengan bergabung bersama Al Qadsiah.