Beritagosip.com Keluhan seperti demam, flu, pilek, dan batuk kerap meningkat saat musim hujan. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya, mitos atau fakta air hujan bikin sakit. Anggapan tersebut masih sering dipercaya di masyarakat.
Ketika seseorang kehujanan, imbauan untuk segera mandi atau membersihkan diri biasanya langsung terdengar. Tujuannya agar tubuh tidak jatuh sakit setelah terkena air hujan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa air hujan bukan penyebab utama seseorang menjadi sakit. Menurutnya, faktor utama justru berasal dari kondisi tubuh dan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa air hujan itu sendiri tidak memicu penyakit. Namun, kehujanan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan karena suhu dingin berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.
Saat imunitas menurun akibat paparan suhu dingin, virus dan bakteri penyebab flu lebih mudah menginfeksi. Inilah yang sering menimbulkan kesan bahwa air hujan bikin sakit.
Anggraini menyebut virus dan bakteri memiliki kondisi ideal untuk berkembang selama musim hujan. Kelembapan udara yang tinggi, berkisar antara 70 hingga 90 persen, turut mendukung proses tersebut.
Selain itu, genangan air dan perubahan suhu yang cukup drastis juga berperan. Situasi ini memudahkan penyebaran kuman sekaligus meningkatkan paparan terhadap lingkungan yang terkontaminasi.
Ia menambahkan bahwa meski hujan tidak secara langsung menyebabkan penyakit, kondisi di sekitarnya dapat menurunkan imunitas tubuh. Paparan air dan permukaan yang kotor juga menjadi faktor pendukung.
Lingkungan dengan tingkat polusi tinggi perlu mendapat perhatian khusus. Di wilayah perkotaan, kandungan polutan dapat terbawa bersama air hujan dan menempel pada tubuh.
Meski mitos atau fakta air hujan bikin sakit lebih condong ke arah mitos, langkah pencegahan tetap disarankan. Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan pentingnya perlindungan, terutama pada anak-anak.
Jika anak terpaksa kehujanan atau melewati genangan air, pembersihan diri perlu segera dilakukan. Pergantian pakaian dan upaya menghangatkan tubuh juga dianjurkan.
Anggraini menyatakan bahwa mandi setelah kehujanan diperbolehkan. Penggunaan air hangat bahkan membantu membersihkan kotoran serta polutan yang menempel pada kulit.