Beritagosip.com Sutradara ternama James Cameron secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Netflix. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi industri perfilman.
Pandangan itu disampaikan Cameron melalui surat resmi kepada Mike Lee, Ketua Subkomite Senat Amerika Serikat bidang antimonopoli. Surat tersebut ditulis pekan lalu dan kemudian dipublikasikan oleh CNBC pada Kamis (19/2).
Dalam surat itu, Cameron menegaskan keyakinannya bahwa penjualan Warner Bros. Discovery kepada Netflix akan menjadi bencana bagi dunia perfilman. Ia menyebut bisnis film sebagai bidang yang telah ia dedikasikan sepanjang hidupnya.
Cameron mengakui bahwa film-film karyanya juga beredar di pasar video hilir. Namun, ia menekankan bahwa kecintaannya yang utama tetap pada bioskop. Menurutnya, akuisisi tersebut berisiko menyebabkan penutupan bioskop, penurunan jumlah produksi film, dan lonjakan kehilangan lapangan kerja.
Ia juga menyatakan bahwa model bisnis Netflix bertentangan langsung dengan sistem produksi dan distribusi film di bioskop. Model tersebut, menurut Cameron, selama ini menjadi sumber pekerjaan bagi ratusan ribu warga Amerika Serikat.
Cameron menilai kondisi itu akan berbenturan langsung dengan model bisnis divisi film Warner Bros. Ia menyebut Warner Bros sebagai salah satu dari sedikit studio besar yang masih tersisa di Hollywood.
Selain itu, Cameron berpendapat bahwa jika Warner Bros Discovery benar-benar diakuisisi Netflix, maka ekspor film Hollywood akan menurun. Ia juga memperingatkan bahwa dominasi global industri film Amerika Serikat dapat melemah.
Pernyataan tersebut memicu perhatian kalangan politik. Dalam keterangannya, Mike Lee menyatakan pihaknya telah menerima berbagai masukan dari pelaku industri film terkait rencana akuisisi ini. Ia berharap diskusi lanjutan dapat berlangsung dalam sidang berikutnya.
Reaksi keras kemudian datang dari internal Netflix. Salah satu CEO Netflix, Ted Sarandos, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Cameron. Pernyataan itu disampaikan Sarandos saat tampil dalam acara The Claman Countdown pada Jumat (20/2).
Sarandos mengaku terkejut dan kecewa karena Cameron dianggap ikut terlibat dalam kampanye disinformasi yang menurutnya telah berlangsung selama berbulan-bulan. Ia menyebut kampanye tersebut berkaitan dengan narasi seputar kesepakatan akuisisi.
Ia juga menyatakan telah bertemu langsung dengan Cameron pada akhir Desember. Dalam pertemuan itu, Sarandos mengklaim telah menjelaskan komitmen Netflix untuk memberikan jendela penayangan bioskop selama 45 hari bagi film-film Warner Bros.
Sarandos menegaskan bahwa komitmen tersebut telah ia sampaikan berulang kali kepada media. Ia bahkan menyebut telah bersumpah di bawah sumpah di hadapan subkomite Senat antimonopoli mengenai kebijakan tersebut.
Kritik terhadap Cameron tidak hanya datang dari pihak Netflix. Aktor Mark Ruffalo juga melontarkan komentar tajam. Ia menilai penolakan terhadap pembelian Warner Bros Discovery oleh Netflix justru berpotensi membuka monopoli lain.
Menurut Ruffalo, skenario alternatif berupa akuisisi oleh Paramount juga layak dipertanyakan. Ia mempertanyakan apakah Cameron juga akan menentang potensi monopolisasi jika Paramount yang melakukan pembelian.
Dalam unggahannya di Instagram Threads, Ruffalo mempertanyakan konsistensi sikap Cameron. Ia menilai isu monopoli seharusnya dibahas secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada Netflix.
Ruffalo juga menyebut bahwa komunitas film global berhak mengetahui sikap para pemangku kepentingan. Ia mempertanyakan apakah Mike Lee juga memiliki kekhawatiran serupa terhadap potensi penjualan kepada pihak lain.
Saat ini, Netflix disebut siap mengakuisisi Warner Bros dan layanan streaming HBO Max dalam kesepakatan bernilai sekitar US$83 miliar. Kesepakatan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri hiburan.
Pada 17 Februari 2026, Warner Bros Discovery membuka peluang selama tujuh hari bagi Paramount Skydance untuk menyusun penawaran tandingan yang lebih unggul. Langkah ini memberi ruang bagi skenario alternatif.
Selanjutnya, pada 20 Maret 2026, para pemegang saham Warner Bros Discovery dijadwalkan memberikan suara terkait penawaran akuisisi dari Netflix. Keputusan tersebut akan menjadi penentu arah masa depan salah satu studio film terbesar di dunia.